Himpunan Mahasiswa Adat Saka Mese Nusa (HIMASANU) Desak Gubernur Cabut Rekom Untuk PT.TWS

SIKAP PROTES MAHASISWA DIJALAN

Sorot maluku -Puluhan mahasiswa yang tegabung dalam Himpunan Mahasiswa Adat Saka Mese Nusa (HIMASANU) melakukan aksi demo selasa.9/10/18.Aksi demo dilakukan di dua titik, yakni perempatan pos kota dan depan Kantor gubernur maluku
Masa aksi demo menduduki pos kota hingga mengakibatkan kemacetan. sekitar dua jam lebih, kemudian masa aksi demo di arahkan oleh koordinator lapangan (korlap) ,menuju kantor gubernur maluku.

Di depan kantor Gubernur maluku masa aksi demo, menuntut hak mereka selaku anak -anak adat saka mese nusa yang dengan sengaja di permainkan oleh gubernur maluku

Mereka meminta gubernur Maluku Ir. Said Assagaf mencabut dan membatalkan rekomendasi yang telah di berikan kepada PT . Tanjung Wahana Sejahtera yang rencananya akan membuka usaha loging di hutan adat kab.SBB ,Menurut masa aksi demo karena PT. TWS merupakan wilayah hutan adat ,di khawatirkan jika PT tersebut di berikan perizinan dan beroprasi ,maka akan terjadinya perusakan dan penggundulan areal hutan yang mengakibatkan dampak buruk bagi mereka .

Aksi demo yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini , cukup menegangkan, sebagian orator menerobos masuk kedalam kantor gubernur di sertai suara lantang seakan akan meneriakan hak hak mereka selaku anak adat saka mese nusa.

Sebagian oratorpun di keluarkan secara paksa oleh pihak kepolisian yang sementara bertugas mengawal aksi mereka ,meskipun demikian ,masa aksi terus berdemo mendesak agar gubernur maluku segera menemui mereka guna mencabut surat rekomendasi yang telah di berikan kepada PT. TWS tersebut.Thomas Murehuwey dalam orasi singkatnya , apabila gubernur maluku tidak segera mencabut dan membatalkan surat rekomendasi yang di berikan , maka kita selaku anak adat akan mengambil tindakan keras, bahkan kami siap memboikot jalan di kab.SBB .

Jangan salahkan kami apabila kamu mengerahkan masa mahasiswa yang lebih besalagi,dan aksi ini bukanlah aksi yang terakhir, kami akan datangkan sebagin besar masyarakat kami dan duduki kantor ini ,apabila tuntutan kami tidak di indahkan.

Sehubung dengn ketidak jelasan keberadaan gubernur, maluku serta penjelasan yang saling bertolak belakang dari pegawai kantor gubernur, yang di sampaikan kepada masa aksi demo, tak lama kemudian mereka melakukan rapat ,langkah taktik, yang di hadiri perwakilan perwakilan dari tiga batang aer, Tala Eti Sapalewa, guna membuat kesepakatan bersama, dalam menanggapi persoalan ini, tak lama kemudian seorang akademisi yang di duga ingin masuk menginterfensi pergerakan mereka .

Akibatnya suasana langsung memanas ,saling baku dorong serta salah satu perwakilan dari tala meminta pihak kepolisian agar tertibkan orang yang diduga ingin merusak aksi mereka rersebut.Berdasarkan Hasil kesepakatan bersama , para aksi demo langsung meminta agar minggu depan gubernur segera menemui mereka.

Petugas dari kesbanglinmas yang mewakili pemda, menjamin bahwa minggu depan Gubernur bersedia menerima perwakilan dari pendemo sebanyak 25 orang perwakilan.Aksi demo kemudian berakhir dengan ,prosesi adat yang di pimpin oleh manawa alifuru putra saka mese nusa.(Ed)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register