Penanganan Polsek Simokerto Terkait Pengeroyokan Wartawan Diduga Jalan Ditempat

Sorot surabaya – Puluhan Wartawan Surabaya datangi polsek simokerto, terkait penganiayaan dan pengeroyokan terhadap wartawan berita TKP (syamsul) hari senin (11/12/17) yang dilakukan oleh Bos Cafe Karaoke Santoso yang berada di jl. Kenjeran, kecamatan Simokerto Surabaya. Sabtu, (20/1/18)

Dalam penindakan kasus ini diduga kinerja polsek simokerto kurang profesional terlihat mengulur ulur terkesan lama hingga sebulan lebih ,puluhan jurnalist geruduk polsek simokerto guna mengklarifikasi kelanjutan proses hukum pidana kasus penganiayaan dan pengeroyokan korban (syamsul) yang juga wartawan berita TKP.

Kapolsek Simokerto Kompol. Masdawati menemui puluhan awak media di ruang press relese menjelaskan, Semua yang dilakukan oleh tim kami selaku penegak hukum sudah sesuai prosedur dan normatif.

Korban menjelaskan kejadian saat itu diduga anggota polsek mendorong berkata saya petugas ,dengan menunjukan pistol di pinggangnya

“Itu saya dengar dari korban hari ini, adanya anggota saya yang mengancam dengan pistol akan saya tindak, kami adalah mitra anda semua. Untuk masalah penutupan atau terkait tidak punya ijin cafe karaoke Santoso akan saya koordinasikan dengan Disparta dan Satpol-PP Surabaya. Saya tekankan kembali Polsek Simokerto akan menindak lanjuti jangan kawatir, kita netral. ” Tambahnya.

Kapolsek meminta kepada korban selaku juga wartawan untuk menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian akan kami tindak lanjuti dan percayakan dengan kami, kami Polsek Simokerto tidak ada keberpihakan pada siapapun, jika memang ada anggota kami yang melanggar tupoksi tetap kami tindak, saya baru tahu kalau ada anggota Reskrim Polsek Simokerto saat kejadian itu,”jelas kapolsek di hadapan awak media elektronik ataupun cetak sabtu 20/1/2017

“Kasus yang dialami oleh wartawan kami saudara Samsul saat menjalankan tugas meminta donatur sumbangan menuai kekerasan fisik yang dilakukan oleh bos cafe Karaoke Santoso jl. Kenjeran Surabaya sangat lama proses penindakannya ” ujar Pimred BeritaTKP.

Terpisah, “Mungkin jika ada sesuatu yang kurang berkenan hanyalah mis komukasi saja, kedepan bila ada pertanyaan monggo dipertanyakan langsung ke saya atau Kanit Reskrim saya.”Jelas Kapolsek di hadapan wartawan.

Semua wartawan Surabaya geram dengan adanya penganiayaan terhadap wartawan dan melakukan pelaporan juga terkait perijinannya, kepada Satpol-PP Pusat Surabaya agar ditutup. 
(Prz)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register