Sidang Perdana, Terdakwa Dugaan Ujaran Kebencian  PN Surabaya Dipadati Massa Ormas Islam

TERDAKWA JALANI SIDANG PERDANA

 

Sorot surabaya – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Sigit Sutriono akhirnya menggelar sidang perdana dugaan tindak pidana ujaran kebencian yang melibatkan Moch Faisal Arifin sebagai terdakwa, Senin (21/5/2018).

Sidang diruang Kartika PN Surabaya ini digelar dengan agenda pembacaan berkas dakwaan oleh jaksa Mahfud Efendi dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Diceritakan dalam dakwaan, terdakwa Faisal Arifin dalam akun Facebook dan Isntagramnya  menggunakan nama Itong, melakukan ujaran kebencian, isu SARA dan banyak menyebarkan informasi hoax.

Di antara info hoax yang disebarkan adalah kedatangan PKI dan penyerangan para ulama. Setelah polisi menyelidiki, semua informasi yang disebarkan Faisal adalah hoax.

Atas perbuatannya, terdakwa dikenakan pasal berlapis, yakni Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 pasal 14 dan 16 tentang Peraturan Hukum Pidana, dan Undang-undang ITE no 19 tahun 2016.

Atas dakwaan jaksa, terdakwa dan tim penasehat hukumnya tidak mengajukan keberatan (eksepsi). “Kita tidak mengajukan eksepsi, kita langsung saja berjuang pada pokok materi perkara. Bakal kita ungkapkan bahwa terdakwa tidak mengetahui apa yang ia lakukan, ia hanya mengirim ulang tanpa melihat materi pesan secara utuh. Dan ia mengaku semua itu hanya karena kecintaannya terhadap agama dan ulama,” ujar Andri Ermawan SH, ketua tim penasehat hukum terdakwa.

Masih menurut Andri, pihaknya bakal mengajukan permohonan penangguhan penahanan terdakwa kepada majelis hakim. “Pekan depan bakal kita ajukan,” tambahnya.

Sementara, terdakwa Faisal mengaku, apa yang dilakukannya ingin menunjukan kecintaan terhadap seorang ulama. “Saya kan cinta sama ulama. Ya itu tadi, saya tidak melihat sumber berita yang saya  sebarkan itu gak saya kroscek terlebih dahulu ,” ucap terdakwa

Menurutnya, apa yang dilakukan tidak mencari keuntungan ataupun kepentingan secara materi.

“Secara pribadi tidak ada maksud apa. Tapi, apa yang saya lakukan hanya bentuk kecintaan saya dengan negara, saya cinta dengan ulama. Saya tidak ingin negara saya itu kacau balau,” pungkas dia. (en/red)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register