SDN Kaliasin 1 Surabaya Mewarnai HPN Dengan Aksi Damai

Sorot Surabaya – Hari Pendidikan Nasional (HPN) Gubernur Jawa Timur Soekarwo menghadiri kegiatan  upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Gedung Grahadi yang berada Diseberang tepatnya didepan pintu masuk sekolah Dasar Negri (SDN) Kaliasin 1 Surabaya, rabu ( 2/5)

 

Bertepatan dengan hari pendidikan nasional (HPN) dan bersamaan dengan aksi damai oleh wali murid dengan membentangkan beberapa spanduk dan baliho yang bertulisan menolak kebijakan kepala sekolah, Mardiningsih, S.Pd,3 M.Si terkait rencana penggabungan (mix) antar siswa SDN Kaliasin 1 dan SDN Kaliasin 3 Surabaya yang terkesan arogan.

Kepala Bidang ( kabid) Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Surabaya Agnes Warsiati kebetulan berada dilokasi sekolah Kaliasin 1, turun tangan untuk mengajak masuk para orangtua wali murid untuk diajak berdialog diruang guru sekolah SDN Kaliasin 1, orang tua siswa berdialog dengan pihak sekolah dan dipimpin langsung oleh Agnes W,”salah satu orang tua murid bernama Ferry mempertanyakan apa dasar pihak sekolah mengabungan (mix) siswa.

“Yang kami kuatirkan adalah spikis dari anak kami, terkait mix siswa. Apa dasar sekolah melakukan program mix, anak saya dan beberapa anak tidak mau sekolah, kami sebagai orangtua sangat kuatir sekali atas perkembangan pendidikan anak-anak  kami.” Ucap Ferry

Sangat disayangkan dengan kehadiran kepala sekolah ditengah dialog akan tetapi masih belum ada titik temu terkait mix siswa SDN kaliasin 1 dan 3 , karena tidak ada sepatah pun kata keluar dari mulut kepala sekolah tersebut,

karena kepala sekolah mempunyai rencana untuk melakukan mix antar siswa, jadi siswa SDN Kaliasin 1 dan SDN kaliasin 3 di-mix (digabungankan), tanpa mendengarkan masukan dari para orangtua siswa.

” kami menolak akan rencana itu, dan kami sudah mengambil langkah dengan mendatangi kepala sekolah dan komite sekolah tetapi tidak didengar dan terkesan diremehkan”.kata Ferry.

Salah satu aksi pengunjuk rasa mengatakan kepada awak media, bahwa sudah ada langkah persuasif yang dilakukan orang tua murid akan tetapi tidak didengarkan oleh pihak sekolah.

Kabid sekolah dasar dinas pendidikan Surabaya mengatakan, akan menerima semua saran dari para wali murid dan akan disampaikan ke pada kepala dinas ,silahkan bapak dan ibu ibu menulis keinginannya, dan akan saya bawa ke kepala dinas, dan jika ada jawaban dari kepala dinas akan saya sampaikan ke bapak dan ibu.” ujar Agnes ( prz)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register