*APAKAH BANJIR PERTANDA LANGIT TERBUKA ?

*

| *Oleh : Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.*

*Pertanyaan*

Akhir-akhir ini di tanah air kita di Indonesia banyak bencana dan bencananya macam-macam, di antaranya banjir, apakah ini tanda bahwasanya langit-langit sudah terbuka?

*Jawaban*

Tdak, ini bukan hari kiamat, yang disebutkan dalam qurān:

إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ

“Tatkala langit terbelah.” [QS Al-Infitar 1]

Itu bukan berarti untuk terbelah turunnya hujan, tapi terbelah untuk apa ? Untuk dihancurkan oleh Allah subhanallahu wata’ala.

Adapun bencana-bencana yang terjadi di tanah air kita Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menjelaskan:

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allāh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
[QS AsySyūrā 30]

Bagaimanapun berusaha, misalnya membuat banyak saluran agar banjir selesai, nanti akan ada musibah yang lain lagi.

Intinya kita berusaha untuk mencari saluran-saluran agar tidak banjir tapi apa? Harus kembali ke Allāh Subhānahu wa Ta’āla, karena musibah yang menimpa itu karena maksiat yang kita lakukan.

Oleh karenya para da’i, para khatib yang ada di Indonesia harusnya tegas, menyatakan mengingatkan kepada masyarakat, bahwa kita harusnya kembali kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, jangan hanya menyatakan ini musibah biasa, ini karena begini, karena begitu, tidak mengkaitkan dengan amal perbuatan yang kita lakukan.

Padahal tidak ada musibah yang menimpa, kecuali akibat amal perbuatan yang kita lakukan, Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allāh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
[QS Ar-Rūm 41]

Hanya sebagian dari akibat dari perbuatan maksiat yang mereka lakukan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan:

وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

“Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla maafkan banyak maksiat yang mereka lakukan”,

Jika setiap ada maksiat Allāh berikan adzab, maka akan binasa kita semuanya. Akan tetapi Allah memberi teguran harusnya itu sebagai teguran bagi kita, orang-orang Indonesia, bahwasanya mungkin kita banyak melakukan kesalahan.

Dan kita tahu bahwasanya kalau Allāh memberikan suatu musibah, maka tidak pandang bulu, semuanya kena.

Oleh karenanya kita hendaknya mengingatkan saudara-saudara kita untuk kembali kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Akan tetapi pertanyaan beliau-beliau tadi bukanlah tanda-tanda hari kiamat. Yang dimaksud إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَت maksudnya “tatkala langit terbelah”, artinya langit benar-benar terbelah.

Sekarang kita kita lihat langit tidak ada belahannya.

فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ

“Lihatkalah kalian kepada langit, apakah ada bolongannya? [QS Al-Mulk 3)

Tidak ada. Langit dengan begitu kokohnya.

Pada hari kiamat kelak akan dibelah oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, kemudian dilepas dilipat oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, diganti dengan langit lain di padang mahsyar langit yang lain bumi yang lain.

Link Video : https://youtu.be/7WEX4VNKhbQ

——————————————–
Sumber : WAG Dirosah Islamiyah (Perhimpunan Al-Irsyad)

Repost: @anazaenab

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register