Waspadai Program Tabungan Haji Dan Umroh Diduga Sarat Dengan Penipuan Jamaahnya

WASPADAI PROGRAM TABUNGAN HAJI DAN UMROH MILIK YULIANTO FOUNDATION SURABAYA DIDUGA SUDAH BANYAK MEMAKAN KORBAN JAMAAH YANG GAGAL BERANGKAT KETANAH SUCI .

Sorot surabaya – Keberadaan Travel umroh dahulu bernama PT Hanan Nusantara milik H Yulianto yang kantor pusatnya dijawa timur dikawasan Gedung Grahapena surabaya lantai bawah ini, kalau dilihat sekilas adalah sebuah nama besar jasa pelayanan haji dan umroh yang mempunyai banyak cabang dan kantornya yang elite dan mayoritas paling banyak cabangnya berada di jawa timur.

diantaranya kantor cabang Surabaya,Gresik,Sidoarjo,Malang Tuban,Banyuwangi,Lamongan,Lumajang,Jember,Bangkalan,Pasuruan,Madiun,Bojonegoro,Magetan,Kediri,Cirebon,Semarang,Bekasi,Kalimantan selatan,dan Banjarmasin.

Dalam penyebaran brosurnya dengan konsep yang super memikat yayasan milik Yulianto ini diantaranya prosesnya semudah senyum nggak pakai survey,tanpa jaminan,tanpa ribah ,sesuai sariah,tanpa ribet,tanpa slip gaji ,100 halal,100 % no tipu tipu singkatnya semua program tabungan haji dan umroh (TAHU) milik Yulianto ini serba TANPA.

ditambah lagi dengan penawaran yang cukup menggiurkan dengan uang muka cuman Rp 7 1/2 juta rupiah jamaah sudah bisa melaksanakan umroh ( dana talangan umroh) luar biasa dan sisa biaya umrohnya bisa diangsur hingga 20 kali.

Kiranya semua janji janji dan program yulianto foundation ini diduga hanyalah bisnis yang tidak sehat ,yang pada kenyataan yang terjadi diduga masih banyak para jamaah yang dikecewakan alias banyak korban diduga yang tertipu dan ditelantarkan ,contoh kasus calon jamaah kususnya dari wilayah jawa timur saja,yang sudah membayar sampai lunaspun belum tentu jamaah tersebut,diberangkatkan umroh.

berbagai modus dan bermacam alasan dari manajement yang disampaikan kepada calon jamaah ,semisal pengunduran jadwal pemberangkatan,adanya penambahan biaya yang pada ahirnya berlarut larut hingga dua tahun tidak jadi diberangkatkan umroh.( red)

CONTOH KORBAN GAGAL BERANGKAT

1. Dari jamaah leader a/n Nurul ( Istri Gus Dhori ) dari sekian jamaah yang sudah diberangkatkan ada 8 jamaah yang tercecer tidak jadi berangkat padahal rata rata sudah membayar lunas, hingga mengundurkan diri yang kemudian uang yang sudah masuk oleh Yulianto dikembalikan dengan cara dicicil seenaknya dengan jangka yang cukup lama, dan masih menyisahkan satu jamaah atas nama Muslimin yang uangnya masih kurang sekitar Rp 8,4 juta hingga kini sudah tidak dibayar lagi oleh Yulianto , dan Muslimin siap hadir untuk memberikan kesaksianya ” jelas sumber kepada sorottransx ( 17/8).

2. H Tejo tiga tahun silam ingin memberangkatkan jamaahnya untuk pergi umroh melalui Hj Nurul salah satu leader H Yulianto (penanggung jawab) H tejo telah mentransfer uang sejumlah Rp 95 juta dengan rincian H Tejo mentrasfer uang Rp 41 juta ke Gus Dhori (suami Hj Nurul ),Rp 34 juta ke Hj Nurul kemudian H Tejo mentransfer Rp 20 juta kerekening H Yulianto melalui bank mandiri sariah kawasan Krian ,jadi total H Tejo telah membayar untuk jamaahnya ke Yulianto sebanyak Rp 95 juta rupiah, hingga kini sudah tiga tahun dua jamaah H Tejo masih tercecer atas nama H Heri dan istrinya Sumartik warga becirongengor Wono ayu sidoarjo terlantar dan tidak jadi diberangkatkan dan uangnya hingga kini oleh Yulianto belum juga dikembalikan , ketika didatangi dikantornya di grahapena (28/8) guna meminta uangnya , yulianto terkesan hanya berjanji ,jika uang H Tejo tidak juga dikembalikan oleh Yulianto,maka H Tejo melalui kuasa hukumnya Dadang Madsyariana SH akan melaporkan H Yulianto ke pihak yang berwajib.

H YULIANTO TIDAK MENGAKUI ADANYA UANG MASUK KE REKENINGNYA 2015 SILAM

BUKTI SETORAN KE H YULIANTO
.

3. Bapak Anwar dan istrinya ibu Mardia sehari hari berdagang helm dikawasan kuburan rangka dua tahun silam (2016) juga mendaftar untuk pergi umroh di tempat kantor tabung haji dan umroh kawasan graha pena , lantaran tidak juga segera diberangkatkan hingga dua tahun maka bapak Anwar dan istrinya mengundurkan diri,ironisnya uangnya yang sudah bayar ke H Yulianto sebanyak Rp 35 Juta tidak langsung dikembalikan semuanya ,tetapi oleh yulianto dicicil sedikit demi sedikit,singkatnya selasa ( 28/8) Pak Anwar dan istrinya nagih ke Yulianto dikawasan graha pena diangsur Rp 2 juta rupiah dan total yang sudah dikembalikan yulianto Rp 20 juta,dan masih tersisa Rp 15 juta rupiah dan dijanjikan akan dibayarkan lagi tanggal 10 september,dan berucap kepada sorottransx atas kejadiannya ini dia dan istrinya merasa tertipu oleh yulianto dan malu sama tetangga ” jelasnya.

4.Ibu Sri wahyuni warga desa kembang babad tuban adalah juga korban dugaan penipuan oleh yulianto foundation dia sudah membayar Rp 13 juta kepada Yulianto dua tahun silam namun tidak kunjung diberangkatkan dan ibu Sri langsung mengundurkan diri, yang kemudian sama dengan kasus yang diatas etiket baik Yulianto mengembalikan uangnya dengan cara dicicil namun selasa (28/8) bu Sri mendatangi kantornya yulianto di grahapena guna meminta uangnya ,kiranya tidak membuahkan hasil alias ngaplo yang kemudian ibu Sri pulang dengan tangan hampa,dan esoknya rabo ( 29/8) bu Sri ditransfer Rp 1.500 000 oleh yulianto dan dijanjikan akan diangsur lagi nanti pada tanggal 10 /9,menurut informasi dari bu Sri uang yang sudah dikembalikan oleh Yulianto Rp 4 1/2 juta dan masih tersisa Rp 8 1/2 juta ” jelas bu Sri kepada sorottransx melalui tilp genggamnya ( 29/8).

Terpisah konfirmasi kepada Gus Dhori di pondoknya kawasan kedung doro surabaya ( 17/8 ) terkait uang Rp 75 juta dari H Tejo , berikut pernyataan Gus Dhori kepada sorottransx ” bahwa benar saya terima tranfer uang dari H Tejo sejumlah Rp 75 juta yang Rp 41juta rupiah melalui rekening saya ,dan yang Rp 34 juta rupiah melalui rekening Hj Nurul istri saya ,dan uang Rp 75 juta rupiah tersebut sudah saya transfer ke rekening H Yulianto dan bukti pengirimannya ada ” Jelas Gus Dhori kepada sorottransx dirumahnya (17/8).

Konfirmasi ke H Yulianto ( 28/8) dikantornya kawasan graha pena terkait banyaknya jamaah yang belum diberangkatkan, berikut pernyataanya ” saya juga menjadi korban dari mitra kerja saya bu Madu sekitar Rp 1,8 milyard dari sekian ratusan jamaahnya yang sudah saya berangkatkan , rara rata tidak mau membayar sisanya seusai umroh,jadi saya yang merugi ,ditambah aturan baru dari pemerintah tentang naiknya ongkos pembiayaan naik haji maupun umroh, sehingga banyaknya calon jamaah haji dan umroh yang mengundurkan diri,dan saya sanggup mengembalikan uang para calon jamaah yang mengundurkan diri ” jelas Yulianto.

Disampaikan kepada masyarakat yang hendak pergi haji dan umroh selalu waspasa dan selalu berhati hati dalam hal memilh travel perjalanan haji dan umroh ,agar tidak nenjadi korban penipuan biro biro perjalanan travel yang nakal ,pada kususnya travel milik yulianto foundation diduga telah banyak menyisahkan goresan hitam menyakitkan dihati para jamaah yang diduga telah ditipu oleh program tabung umroh hingga stres ,malu kepada tetangga,dan gila.

Dikutip dari pemberitaan tribunjatim.com (14/6/17) dan Tribatanews.com (15/6/17) yang menyebutkan program tabung haji milik yulianto foundation dijakarta dan surabaya pada tahun 2017 silam ,telah menelantarkan sekitar 600 ratusan jamaah yang tidak jadi pergi umroh yang tercecer dan diinapkan saja di hotel hotel disurabaya dan asa yang tidur di masjid, bahkan ada yang stres dan gila,dan sudah dilaporkan ke polda jatim namun prosesnya belum diketahui perkembangan.

Diduga H Yulianto sebagai pemilik program tabung haji dan umroh kebal hukum,bagaimana tidak dengan sengaja menelantarkan banyak para jamaahnya dengan modus menunda jadwal pemberagkatan hingga berbulan bulan bahkan bertahun tahun yang kemudian jamaah menyerah dan mengundurkan diri yang kemudian yulianto terkesan bertanggung jawab dengan mengangsur uang jamaah yang mengundurkan diri ,ironisnya program tabung haji umroh milik yulianto foundation masih beroperasi dan masih menerima pendaftaran haji dan umroh dengan dana talangan ( red ).

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register