Terdakwa H Darmawan Kasus Korupsi Jasmas Di Vonis 2 Tahun 6 Bulan

Sorot surabaya – H Darmawan alias Aden (54), terdakwa kasus korupsi Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Mantan wakil Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 ini terbukti secara sah dan meyakinkan telah menyalahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana untuk melakukan korupsi dalam Hibah Jasmas Pemkot Surabaya 2016.

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh hakim Hazbullah Idris terdakwa H Darmawan dinyatakan terbukti melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Mengadili, menyatakan terbukti secara bersama-sama menyalahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana untuk melakukan korupsi. Menghukum terdakawa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Hazbullah Idris di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jum’at (13/3/2020).

Selain hukuman badan, terdakwa juga dikenakan denda Rp 100 Juta. “Dengan ketentuan jika tidak dibaya diganti kurungan penjara selama 6 bulan”tegas hakim Hazbullah.

Dalam pertimbanganya, hal yang memberatkan terdakwa dianggap tidak mendukung pemberantasan korupsi dan berbelit-belit selama persidangan. Sementara hal yang meringankan terdakwa tidak pernah dihukum dan sopan selama persidangan.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Tanjung Perak sebelumnya menuntut 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan.

Untuk diketahui, pada 16 Juli 2019 Kejari Tanjung Perak menetapkan H Darmawan sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya 2016.

Peran H Darmawan mirip dengan Sugito, anggota dewan lain yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, mengoordinasi ketua RT/RW konstituennya di daerah pemilihannya agar mengajukan dana hibah jasmas melalui pengusaha Agus Setiawan Jong.

Dari usahanya mengoordinasi ketua RT/RW itu, H. Darmawan mendapatkan uang jasa 10 sampai 15 persen dari Agus Jong.

Dalam Hibah Jasmas ini H Darmawan membawa 80 proposal dana hibah jasmas yang disetujui Pemkot Surabaya. Nilai dana yang dicairkan dari setiap proposal bervariasi, antara Rp 30 juta sampai Rp 50 juta. Bergantung seberapa besar kebutuhan setiap RT/RW. Apabila dikalkulasi, uang jasa yang diterima H Darmawan sekitar Rp 600 juta.

Kasus Jasmas ini terbongkar setelah Agus Setiawan Tjong ditahan Kejari Tanjung Perak pada 1 November 2018. Ia terlibat dalam proyek pengadaan tenda, meja, kursi dan sound system.

Dana Jasmas tersebut berasal dari APBD Pemkot Surabaya 2016. Dari hasil audit BPK, ditemukan selisih angka satuan barang. Negara dirugikan hingga Rp 4,9 miliar ( red )

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register