Diduga Oknum Polisi Terlibat penculikan Dan Penyanderaan Seorang Wanita


Wayan Titip Sulaksana : ” YANG BOLEH MELAKUKAN PENANGKAPAN DAN PENAHANAN HANYA APARAT PENEGAK HUKUM YAITU POLISI DAN JAKSA ITUPUN DENGAN SP PENANGKAPAN DAN PENAHANAN YANG DITERBITKAN OLEH INSTANSI PENEGAK HUKUM YBS , LAH KALAU DILUAR ITU NAMANYA PENYANDERAAN DAN PERAMPASAN HAK ( 3/4 )” .

Sorot Surabaya – Atik Surani ( 35 ) warga Sukoharjo solo korban dugaan penculikan dan penyekapan yang dilakukan oleh  Citra dkk mantan juragannya pemilik toko UD KARYA BARU yang berlokasi di jalan dukuh 64 Surabaya ini sudah memasuki hari ke 12 dihitung sejak tanggal 29 Maret 2019 .

ARI, PRASETYO, FRANS LUTFI RACHMAN SH, MH, UNTUNG USAI MELAPOR KE SPKT POLDA JATIM ( 2/4 )

Ironisnya hingga kini dari aparat kepolisian yang punya kewenangan belum juga mengambil tindakan preventif kepada korbannya Atik Surani yang masih dalam penguasaan Citra yang ditempatkan pada suatu tempat tertentu , diduga bisa dibilang aparat kepolisian lamban dalam menanganinya .

BUKTI LP SPKT POLDA

Dugaan dengan adanya penculikan dan penyekapan ini oleh adik korban Prasetyo Nugroho yang didampingi oleh kuasa hukumnya Frans Lutfi Rachman SH,MH sudah melaporkan Citra ke SPKT polda jatim pada tanggal 2 April 2019  dengan tanda bukti lapor nomor :TBL/275/IV/2019/UM/JATIM dengan dugaan melanggar pasal 333 KUHP tentang penyekapan,namun sudah 8 hari sejak dilaporkan diduga belum juga ada penindakan dan perkembangan yang signifikan .

Dari kiri putrinya tacik, Tacik Citra, Atik ( lingkaran merah) Prasetyo di kawasan BURGER UP Dharmahusada Timur Surabaya (2/4)

Ketika dikonfirmasi oleh Sorottransx Jumat ( 5/4 ) renmin Direskrimum polda jatim sejauh mana perjalanan surat LP nya Didapat hasil dengan informasinya perkaranya akan dilimpahkan kepolrestabes Surabaya .

Selasa ( 9/4 ) Sorottransx lakukan konfirmasi ulang ke renmin Direskrimum Polda Jatim dengan hasil bahwa berkasnya sudah diteruskan ke BAGBINOPSNAL coba  dicek ke sana ” jelas petugas renmin ,dan ketika ditanyakan ke Bagbinopsnal dan petugas waktu itu mengatakan ”  baru dikirim hari ini Selasa ( 9/4 ) kepolrestabes surabaya oleh petugas BAGBINOPSNAL Ditreskrimum Polda Jatim melalui pos, dengan nomor agenda pengiriman B/3886/IV/RES.2.24/2019 ” jadi ditunggu dua hari ya pak , baru sampean bisa menanyakan ke polrestabes ” jelas petugas yang akan mengirimkan surat tersebut.

Hingga hari ini Ari suami korban dan keluarganya yang berada di Sukoharjo Solo jawa tengah merasa resah dan kebingungan dengan keadaan dan kesehatan Atik yang sebenarnya, pasalnya pihak keluarga sangat kesulitan untuk bisa menemui Atik secara langsung dalam penguasaan Bos Citra ,dengan harapan agar kiranya petugas kepolisian segera menindak tegas dan menangkap Citra dkk ( 3 ) orang dugaan pelaku penculikan dan penyekapan sesuai dengan hukum yang berlaku .

Mencuatnya permasalahan ini berawal dari Atik Surani warga Sukoharjo solo ini diduga menggelapkan uang perusahaan yang kemudian Atik dipecat tanpa pesangon oleh Citra majikannya ,namun Atik tetap sanggup untuk mengembalikan uang kepada Citra dalam tempo satu bulan yang dituangkan dalam surat perjanjian.

Singkatnya untuk menyelesaikan masalah hutang hutangnya Jum’at  tanggal ( 29/3 ) Atik pulang ke solo mau berembuk dengan keluarganya dengan diantar suaminya Ari kestasiun Sepanjang sekitar pkl 15.00 wib dan kereta api berangkat PKL 15.20 wib , prediksi Atik sampai di solo sekitar pkl 19.00 wib dan Atik sebelumnya sudah mengirim SMS kepada adiknya Nugroho agar dijemput di stasiun Balapan.

Kiranya Nugroho menunggu kakaknya Atik di stasiun balapan  sebelum pkl 19.00 wib sudah standby hingga pukul 22.00 wib putar putar stasiun tidak juga ketemu Atik yang kemudian dengan rasa kesal dan kecewa Nugroho pulang kerumahnya .

Terpisah Ari suami Atik pada saat itu (29/3) sekitar pkl 19.00 wib  sudah tidak bisa menghubungi istrinya Atik ( lost contacts )karena takut ada apa apa dengan istrinya  yang kemudian malam itu juga Ari menyusul istrinya ke solo ,ketika posisi baru sampai Sragen Ari ditilpon Ayuk teman Atik yang isinya dengan logat Jawa ” Cak sampean balik ae nang Suroboyo Atik wes ono Nang Suroboyo nang omahe tacik Citra ” jelas Ayuk meyakinkan .

Esok harinya Sabtu ( 30/4 )  sekitar pkl 09.00 wib Ari mendatangi tacik Citra di toko UD KARYA BARU kawasan jln dukuh 64 Surabaya guna menanyakan keberadaan istrinya yang sebenarnya ,berikut pernyataan Tacik Citra ” Istri bapak ada ditempat saya , kalau hutangnya belum dibayar istri bapak ( Atik ) tidak saya lepaskan ” jelas Citra.

Dan adiknya Atik Prasetyo yang disolo juga ingin memastikan tentang keberadaan kakaknya ,kemudian pada tanggal 2 April 2019 Prasetyo  juga mendatangi Tacik Citra di tokonya UD KARYA BARU juga menanyakan keberadaan kakaknya dengan jawaban yang sama tacik Citra mengatakan ” Kakakmu Atik ditempat saya , kalau belum melunasi hutangnya tidak saya lepaskan dan kalau tidak dilunasi Atik akan saya jebloskan ke penjara.

Lanjut tacik mengatakan, bahwa benar pada tanggal 29 Maret Tacik bersama oknum polisi inisial ( Br ) dan dua orang lainnya sebelumnya mendatangi rumahnya Atik didaerah sukoharjo solo,dan bahwa benar Tacik juga mengatakan bahwa dirinya juga yang membawa Atik kesolo ketika baru turun dari stasiun kereta api solo balapan  ( red) ” .

Lanjut Prasetyo, cik saya bisa ketemu Atik ingin ngobrol secara langsung ” pinta Prasetyo , ” bisa nanti sore bisa saya pertemukan dengan Atik ,nanti sampean tak hubungi dan juga tempatnya ,dan jangan macam macam bawa kabur Atik Saya pakai polisi karena KTP Atik ada disaya ” culasnya.

Masih hari itu juga (  2/4 ) sekitar PKL 15.30 wib Prasetyo menerima SMS dari tacik Citra yang isinya ” Ketemu sama Atik juga di jl.Dharmahusada indah timur RR 22 .Restoran Burger Up.jam 4 sorean ” demikian isi SMS nya,karena hari itu hujan deras Prasetyo baru bisa menemui tacik dan kakaknya sekitar pkl 17.00 wib lebih.

Inti dari pertemuan waktu itu tetap Atik harus melunasi hutangnya dan tacik memaksa kepada tiga bersaudara  tersebut agar mau segera tanda tangan surat kuasa jual tanah yang berada disolo, karena sertifikat yang masih atas almarhum orang tuanya tersebut diduga dalam penguasaan ( dirampas ) tacik Citra .

Jelas Atik kepada Sorottransx di kawasan parkiran BURGER UP bahwa kartu ATM dan dua HP nya dirampas Tacik dan dia tidak boleh komunikasi dengan siapapun ,dan boleh komunikasi hanya didepan Tacik ” tandas Atik,yang kemudian selesai pertemuan malam itu juga Atik dibawa lagi oleh Tacik dan putrinya dengan menggunakan mobil nopol L 1847 BK yang kemudian bergegas meninggalkan lokasi BURGER UP  .

Harapan keluarga korban yang disampaikan kepada Sorottransx ” agar kiranya aparat penegak hukum segera menindak dugaan pelaku penyekapan dan juga menindak oknum polisi yang diduga adanya keterlibatannya dan juga  agar ankumnya memberi sangsi yang berat  yang sesuain hukum yang berlaku demi kredibel dan nama baik kepolisian pada khususnya di Surabaya dan Jawa timur pada umumnya ( tim ) .

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register