Pengusaha Sumbawa Korban Arogansi Kurator Dan Juru Sita Pegadilan Yang Sewenang Wenang Asal Main Segel

LAHAN YANG DISEGEL (SALAH OBYEK)

 

Sorot sumbawa – Dengan dasar adanya penetapan majelis hakim pengadilan niaga PN Surabaya nomor :35/Pailit/2012/PN niaga surabaya tanggal 7 nopember 2017 para juru sita PN surabaya didampingi pemkab dan keamanan kabupaten sumbawa pada hari kamis 23 nopember 2017 tahun lalu telah melaksanakan penyegelan terhadap harta benda milik debitur pailit atas nama ibu Lucy dan Bapak Atun .
ABDULLAH MANTAN SECURITY BANK BRI SUMBAWA

GAMBAR DIATAS DUA TERSANGKA PENCURI YANG TERTANGKAP BASAH
DIDUGA JURU SITA PN SURABAYA DAN KURATOR KINERJANYA AMBURADUL ASAL MAIN SEGEL.
 
1.Seharusnya daftar yang harus disegel diantaranya sertikat hak milik no 1298/desa kerato gambar situasi tanggal 16/1/2002 no 473/kerato/2002 luas 11.825 M2 .
2 Dan sertifikat hak milik no 59/desa kerato gambar situasi tanggal (14/4/81) no 501/1981 seluas 9000 M2.masuk dalam daftar penyegelan yang dibuat kurator namun  tidak tereksekusi atau tidak disegel.
Dengan gagah perkasanya sang  juru sita Pengadilan Negeri Surabaya dan kurator ini menyegel tanah orang lain yang tidak termasuk dalam agunan serifikat yang dijaminkan ke BRI (salah obyek), disinilah diduga  letak kinerja juru sita PN surabaya dan kurator yang tidak profesional dan amburadul dengan beraninya menyegel obyek yang salah dengan menyegel sertifikat hak milik no 929/kerato ,no 930/kerato,dan no 931/kerato pemilik atas nama Hendra Wijaya tanpa merasa dosa .
 
DAFTAR SERTIFIKAT DAN ASET  YANG SEHARUSNYA DISEGEL OLEH KURATOR DAN  JURU SITA PN .
Tujuh (7) sertifikat hak milik nomor 1070/kelurahan brang bera,sertifikat nomor 1071/kelurahan brang bera ,sertifikat nomor 1087/kelurahan brang bera sertifikat nomor 523 kelurahan samapuin,sertifikat nomor 619/kelurahan brang bera,sertifikat nomor 1298/kelurahan desa kerato , sertifikat nomor 59/kelurahan desa kerato dan
Benda benda bergerak yang disegel yang tidak disebutkan berapa jumlah banyaknya itemnya hanya namanya saja diantaranya : stok barang dagangan yang berada ditoko Harapan cat,semen ,seng,kawat,mur baud,gerobak besi,kipas angin ,cok,saklar,pitting,stok kontak kabel,gembok,alat alat tukang,gas 3 kg,12 kg ( “tidak disebutkan jumlahnya “)
Berikut yang berada ditoko UD Mitra tehnik berupa peralatan suku cadang sepeda motor roda dua dan roda empat ,timing belt  genset /generator ,dynamo,peralatan pembasmi hama,pompa air,compresor,pipa PVC ,Mobil fortuner warna hitam nopol EA 683 A .Kiranya Mobil fortuner tersebut diatas hingga kini masih dikuasai pemiliknya pasalnya  bukan barang milik debitur yang oleh kurator dimasukan daftar penyegelan.(luar biasa)diduga kurator juga memberika data palsu kepada pejabat negara (pengadilan)
 
LETAK KECEROBOHAN JURU SITA PN SURABAYA DAN KURATOR .
Kendati adanya penetapan majelis hakim pengadilan niaga PN surabaya dan adanya Undang Undang nomor : 37 tahun 2004 tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang , maka seluruh penguasaan harta debitur pailit berada pada kurator .
Ketentuan diatas sudah jelas bahwa secara formal harta benda tersebut secara hukum dalam pertanggung jawaban sepenuhnya ada pada kurator, (bukan harta benda milik kurator ) tetapi sebaliknya sejak dilakukan penyegelan oleh kurator dan juru sita PN Surabaya tahun lalu diduga sengaja dibiarkan saja  tanpa diawasi oleh pihak kurator selama satu tahun berjalan.
Ironisnya justru kunci gembok seluruhnya aset debitur yang terdisegel oleh kurator dititipkan kepada Abdullah yang mantan satpam BRI sumbawa ini  yang mengaku ngaku sebagai perwakilan kurator dan pengacara yang bukan  dalam kapasitasnya itu .
Ketika sorottransx konfirmasi kerumah Abdullah (12/5 ) di sumbawa dalam kapasitas apa bapak dengan adanya penyegelan harta benda milik debitur yang dilakukan kurator dan juru sita ,berikut jawaban Abdullah ” saya itu hanya dititipi kunci saja oleh kurator masalah banyaknya maling dan kehilangan barang digudang saya tidak tahu itu urusan kepolisian dan kurator ” ucap Abdullah .
Tetapi Abdullah dengan memegang kunci diduga dengan leluasa bisa merusak segel  dan keluar masuk ketoko dan gedung debitur yang telah disegel tadi “jelas sumber yang dapat dipercaya kepada sorottransx (12/5).yang tahu persis Abdullah membuka toko dan masuk ketempat yang tersegel tersebut.
Lebih parahnya lagi gudang yang dibiarkan kurator sejak penyegelan tahun lalu,dijarah oleh maling sebanyak tiga kali yakni tanggal (15/12/17) gudang dibobol maling dan diketemukan lonjoran besi beton panjang 12 meter untuk cor diarea tidak jauh dari gudang oleh warga ,kendati sudah dilaporkan  kepolisi dan dilakukan olah tkp oleh pihak kepolisian namun hasilnya NIHIL alias nol besar .
Karena diduga tidak adanya tindakan yang tegas dan serius dari  pihak kepolisian  polres sumbawa pada tanggal (21/2/18) untuk yang kedua kalinya terjadi lagi pembobolan gudang dan jelas jelas malingnya dua orang dan barang buktinya mesin merk KUBOTA,gerobak dorong   tertangkap basah oleh warga kemudian pelakunya diserahkan  kepada polisi .
Kiranya pekerja maling ini tidak kapok yang mana pada ( 7/5/18) menjarah gudang lagi ,dan oleh saksi diketemukan besi untuk cor yang tercecer di sekitar gudang , dan juga sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian , namun tidak ada tanggapan sama sekali dari pihak yang berwajib.
Ketika dikonfirmasi kepada ipda Nur Wachid dikantornya (12/5)yang juga menangani kasusnya mengatakan kepada tim sorottransx ” kasus pencurian dua tersangka tetap lanjut dan baru SPDP ,dan pelakunya memang tidak ditahan hanya dikenai wajib lalor dua kali minggu ,karena para tersangka masih pelajar salah satu SMP dikota sumbawa ” jelas Wachid
Diduga adanya konspirasi antara oknum polisi yang nakal dengan kurator dengan sengaja mau menguras habis harta benda debitur hingga ludes diantaranya dengan tidak segera memmroses para pelaku pencuri pencuri harta benda milik debitur Lucy dan bapak atun,pasalnya sudah tigak bulan sejak tertangkapnya dua pelakunya kasusnya hingga kini jalan ditempat ( stagnan).
Kiranya ketua pengadilan dan ankum kepolisian segera meninjau kembali dan memberikan sangsi kepada bawahannya yang diduga menyimpang dari kewenangan jabatan. (tim)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register