Kejari Malang Terlalu Cepat Mengalihkan status Tahanan Negara Menjadi Tahanan Kota

Sorot surabaya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang mengalihkan status tersangka pemalsuan surat, FM Valentina dari tahanan negara menjadi tahanan kota. Alasannya karena, tersangka yang sebelumnya menjadi buronan alias Daftar Pencarian Orang (DPO) itu tiba tiba mendadak sakit dan harus menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Malang.

Menanggapi status tahanan kota terhadap FM Valentina, pengacara dr Hardi Soesanto selaku pelapor, Lardi mengaku geram. Bahkan, Lardi menduga bahwa FM Valentina hanya bermain drama dan berpura pura sakit agar tidak dimasukkan ke dalam rumah tahanan (rutan). “Itu drama yang sangat lucu,” jelas Lardi SH Minggu (17/9/2023).

Lanjut Lardi, pada saat hendak tahap dua, tersangka pada pemanggilan pertama dipenyidik tersangka tidak datang. Kemudian pada panggilan keduapun dia juga tidak datang. Hingga akhirnya Polda Jatim menetapkan status DPO terhadap FM Valentina. “Begitu status DPO dia (tersangka) mendengar mau dijemput (Polda Jatim) dia masuk rumah sakit. Setelah di rumah sakit di cek, ternyata sehat. Setelah itu dijemput oleh Polda Jatim,” ujarnya.

Dia menambahkan, oleh Polda Jatim, tersangka dibawa ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Sebelum pelimpahan tahap dua, ada rekomendasi dari rumah sakit bahwa, tersangka siap untuk dilimpahkan berkas perkaranya dan dinyatakan sehat. “Kemdian ada rekomendasi juga dari Kejati Jatim untuk ditahan. Tapi tiba-tiba kenapa yang hari itu juga mau pindahkan ke lapas (lembaga pemasyarakatan) prempuan ada drama pingsan,” ujarnya.

Anehnya lagi,baik ambulans maupun rumah sakit disiapkan sendiri oleh tersangka dan anaknya yang juga bekerja dirumah tersebut . Seharusnya, pihak kejaksaan mengecek dulu apakah tersangka benar-benar sakit atau tidak. Atau setidaknya dibantarkan terlebih dulu dengan pengawasan kejaksaan. “Dicek benar (sakit) apa tidak. Bukan langsung dialihkan status tahanan dari tahanan rutan ke tahanan kota,” terangnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat, Lardi akan melayangkan surat protes ke Kejati Jatim dan juga Kejaksaan Agung (Kejagung). Intinya, pihaknya meminta agar tersangka segera dikembalikan ke rutan. Pasalnya, tersangka sudah berstatus DPO. Artinya, tersangka tidak kooperatif. Pihaknya khawatir, dengan status tahanan kota, tersangka berpotensi untuk kabur karena sebelumnya pernah jadi buronan kepolisian. “Saya minta tersangka dikembalikan ke rutan,” pungkasnya .

Terpisah, Penasehat Hukum Valentina, Andry Ermawan mengaku, sejak awal pihaknya memang sudah mengajukan kliennya sebagai tahanan kota, karena melihat kondisinya yang masih sakit. Saat ini kondisi Valentina masih lemah dan belum sehat. “Kondisinya sekarang masih pusing. Baru belajar duduk. Informasinya stroke ringan. Sempat tensinya sampai 192 dan masuk UGD, kemudian dipindahkan ke ruang HCU,” katanya.

Pihaknya memastikan bahwa, kliennya akan kooperatif. Bahkan, jika sudah sehat, kliennya juga siap hadir secara langsung ke persidangan. “Nanti akan segera kita buktikan kalau klien kami tidak bersalah. Itu uang ibu Valentina ssendiri, pelapor itu salah. Kita terbuka,” katanya ( red ) .

redaksi1484 Posts

Sekilas prolog Sorottransx dibuat pada tanggal 24 Oktober 2017 di Surabaya,berbadan hukum PT GRAHA SOROT MEDIA Update berita politik hukum & kriminal setiap hari di surabaya jawa timur.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register