Keterangan 2 Saksi Diduga Setingan Terdakwa David Handoko

 

Sorot surabaya – Sidang lanjutan, bagi David Handoko dalam sangkaan penipuan yang bermodus perumahan fiktif kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, dengan agenda mendengar keterangan beberapa saksi Senin (29/3).

Adapun saksi yang dihadirkan Winarko selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim, 2 diantaranya saksi yang telah diatur oleh terdakwa.

Melalui keterangan keduanya, yakni, Dedy Adrianto selaku, komisaris PT.Alfa Graha Sentosa (AGS) ironisnya tupoksinya serabutan.

Luar biasanya, saksi sebagai komisaris tidak tahu tiap tahun ada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Lebih, geli lagi, dihadapan Majelis Hakim ia punya saham satu persen di PT.AGS namun, ia lupa besaran nominal sahamnya satu persen berapa?.

Selanjutnya, Sony Handoko meski sebagai kakak kandung terdakwa ia getol guna sampaikan keterangan sebagai saksi.

Keterangan yang disampaikan yakni, Anna (korban) mengatakan, kepadanya kalau terdakwa memiliki tanggungan. Sisi lain, terdakwa mengatakan, tidak ada tanggungan kepada korban.

Sayangnya, Majelis Hakim tidak percaya begitu saja atas keterangan saksi, takkala setahu saksi apa pernah melihat atau ditunjukkan terdakwa bukti pengembalian kepada korban?

Atas pertanyaan Majelis Hakim saksi dengan enteng mengatakan, di beritahu terdakwa secara lisan.

Berdasarkan keterangan tersebut, Majelis Hakim, mengingatkan saksi atas keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian, bahwa saksi menyatakan, uang Anna dan Yakob Prayogo ( korban) belum dikembalikan namun, di persidangan saksi mengatakan, terdakwa sudah mengembalikan uang korban.

Dua keterangan yang kontradiksi memantik Widiarti selaku, Majelis Hakim mempertegas saksi keterangan yang dianggapnya benar mana?.
” Saksi keterangan yang benar di persidangan atau dalam BAP ? “, tanya Majelis Hakim.

Ia pun, memilih keterangan dalam BAP yang dianggapnya benar sebagai jawaban dari pertanyaan Majelis Hakim.

Keterangan lainnya, saksi meyakini, perpindahan dana dari PT.AGS ke PT. Handoko Putra Jaya (HPJ) adalah uang perusahaan bukan uang Anna atau Yakob Prayogo (korban)

Secara detail, saksi memaparkan, perpindahan uang perusahaan ke perusahaan yang lain adalah skenarionya.Sejak awal, sebelum ada Anna, hal ini kerap terjadi. Saya menyebutnya, mutasi internal dan ia adalah skenarionya”, bebernya.

Masih menurutnya, ia terpaksa melakukan skenario berupa perpindahan dana atau mutasi internal lantaran, mendapat arahan dari pihak Bank.

Lebih lanjut, saat ditanya apakah mengenal Yacob. Saksi tidak dapat mengelak alias mengamini bahwa mengenal Yacob serta tahu Yacob mentransfer dana 2,5 Milyard ke rekening PT. AGS.

Sesi berikutnya, Andri, ahli akuntan publik independen dalam keterangannya ia menerangkan, ia diminta bantuannya oleh, penyidik Polda Jatim, untuk mengaudit rekening pelapor, terlapor dan PT. AGS serta PT. HPJ.

Melalui, audit yang kami lakukan, ada aliran dana yang masuk dari Anna dan Yakob ke PT. AGS, David Handoko dan PT. HPJ sebesar 50 Milyard.

Sedangkan dari PT. AGS, David Handoko dan PT. HPJ ke Anna ada lebih kurang 24 Milyard sehingga yang belum dikembalikan sebesar lebih kurang 25 Milyard.

Ia menambahkan, audit berdasarkan dari bukti Slip Setoran, rekening koran.
“Saya tidak berani meyakini jika tidak ada bukti yang dilampirkan, seperti slip setoran dan rekening koran yang diaudit “,imbuhnya.

Atas keterangan Andri, terdakwa David Handoko merasa keberatan.” Saya keberatan Yang Mulia,” ujar David.

Ia mengaku, jika ada cek yang dicairkan tetapi tidak dapat dibukukan dalam rekening koran.

Usai sidang, pengacara David, Yudi Prabowo keberatan dengan kesaksian Sony. Menurutnya, terdakwa tidak pernah memerintahkan Sony untuk melakukan mutasi internal.
” Mutasi itu atas inisiatif Sony sendiri. Saksi itu yang mengatur sendiri. Dia ingin membela adiknya, tetapi tidak ngerti aturan hukum “, pungkasnya ( red)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register