Ahli Waris Satoewi Pemilik Tanah Yang Sah Malah Dipolisikan

KELUARGA AHLI WARIS ALM SATOEWI

 

Sorot surabaya – Belum Kelar Upaya Mencari Keadilan di PTUN, Keluarga Petani Malah Dipolisikan

Somo dan keenam saudara kandungnya, yang merupakan Ahli Waris Almarhumah Satoewi ,yang diwariskan lahan sawah untuk mereka mencari penghidupan, tengah memperjuangkan

hak atas tanahnya ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

Persidangan yang digelar pada Selasa

(8/9/2020) itu sedianya beragendakan untuk mendengarkan keterangan seorang saksi dari

Penggugat (Somo dan ahli waris, diwakilkan oleh kuasa hukumnya dari kantor Litiga-at-law)

dan dua saksi dari pihak Tergugat.

Namun urung dilaksanakan karena Majelis Hakim tengah

berhalangan yang mendadak.

Sementara, belum genap perjuangan Somo dan keenam saudara kandungnya untuk ,memperjuangkan sawah milik mereka melalui jalur Pengadilan Tata Usaha Negara, Somo musti berhadapan dengan pihak Kepolisian.

Polda Jawa Timur melayangkan Surat Panggilan tertanggal 2 September 2020 untuk meminta Somo hadir memberikan keterangan pada 18 September 2020. Somo dilaporkan atas tuduhan pemalsuan surat, jenis tuduhan yang kerap dilayangkan kepada setiap gerakan masyarakat yang mencari keadilan agraria.

Immanuel Sembiring menyesalkan upaya-upaya kriminalisasi ini, dan mengutarakan bahwa Hukum Pidana harusnya ditempatkan pada sifatnya yang hakiki yakni sebagai ultimum remedium atau jalan terakhir.

Yang artinya, PTUN itu kan upaya administrasi, toh juga tengah berjalan, maka pidana itu harusnya nanti-nanti lah atau tidak jadi prioritas lah. Kecuali ada kehendak untuk menciutkan itikad dari Klien kami dalam mencari keadilan,” sesal Immanuel.

Kantor Litiga-at-law mencatat upaya pemidanaan kerap masuk tiba-tiba dalam perjalanan kasus-kasus masyarakat tengah memperjuangkan keadilan agraria. Masuknya cara-cara

pidana ini, menurut catatan Litiga-at-law memang seringnya efektif untuk mengendurkan keberanian masyarakat.

Namun, Litiga-at-law, menyayangkan hal itu, dikarenakan Pemerintah Indonesia sebenarnya tengah memperbaiki tata-kelola pertanahan di negeri ini berikut mengimplementasikan

keadilan redistribusi tanah melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap).

Di satu sisi, Pak Jokowi menunjukan keberpihakan yang sangat jelas dalam kebijakan publiknya untuk menciptakan keadilan redistribusi tanah melalui program PTSL. Nah, lain di pusat, lain di daerah. Mustinya kasus ini dapat menjadi perhatian Pemerintah Pusat, di antaranya president dan menteri agraria ( red )

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register