Tanpa memiliki ijin tayang Piala Dunia Tahun 2014 Dunkin donuts Jimbaran Dan Maharani Beach Hotel Digugat Ratusan Milliar

Fredrick Billy Kuasa Hukum PT.Inter Sport Marketing Menunjukkan lemvar Gugatan PMH kepada WARTAWAN


Sorot Surabaya – Fredrick Billy, salah satu penasehat hukum PT. Inter Sport Marketing, memperlihatkan tiga buah gugatan PMH. (FOTO : dokumen pribadi untuk surabayaupdate.com

Sorot surabaya- Dianggap telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan merugikan penggugat karena menayangkan siaran sepak bola Piala Dunia 2014 Brazil tanpa ijin siar, Dunkin Donuts Ngurah Rai Jimbaran, Coco Mart Taman Griya-Jimbaran dan Maharani Beach Hotel digugat puluhan miliar rupiah.

Adalah PT. Inter Sport Marketing (ISM) yang menggugat Dunkin Donuts Ngurah Rai Jimbaran, Coco Mart Taman Griya-Jimbaran dan Maharani Beach Hotel. Badan Hukum yang bergerak di bidang kegiatan-kegiatan keolahragaan.

Baik yang ada di wilayah Republik Indonesia maupun bekerja sama dengan organisasi-organisasi olah raga diluar negeri ini harus mengajukan gugat PMH di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, karena menderita kerugian hingga US$. 54 juta (lima puluh empat juta dollar Amerika Serikat).

Kerugian sebesar US$ 54 juta tersebut adalah royalti yang harus dibayarkan PT. ISM kepada Federation International De Football Association (FIFA), sebuah organisasi sepak bola Internasional yang berkedudukan di FIFA –Strasse 20 PO.Box. 8044 Zurich.

Dalam gugatan PMH yang sudah didaftarkan di PN Surabaya, 11 Oktober 2017 ini dijelaskan, kerugian berupa pembayaran royalti yang harus dibayarkan PT. ISM tersebut terjadi karena Dunkin’Donuts Ngurah Rai Jimbaran, Coco Mart Taman Griya-Jimbaran dan Maharani Beach Hotel telah menayangkan siaran 2014 FIFA World Cup Brazil tanpa ijin PT. ISM selaku penerima lisensi dari FIFA.

Boturani Adikasih, SH, salah satu penasehat hukum dan juru bicara PT. ISM mengatakan, PT. Dunkindo Lestari, berkantor di Jalan. Hayam Wuruk No. 9A, Jakarta Pusat, selanjutnya disebut sebagai tergugat, harus membayarkan ganti rugi kepada PT. ISM dengan total keseluruhan kerugian baik materiil dan immateriil sebesar Rp. 26.626.250.000.

“Rinciannya, kerugian materiil sebagai berikut, biaya lisensi penayangan 2014 FiFA World Cup Brazil diareal komersial adalah Rp. 750 juta, denda selama 3 tahun keterlambatan pembayaran lisensi kepada PT. ISM selaku penggugat (denda kerugianl ) : 10 X harga Lisensi yaitu 10 X Rp.750 juta = Rp.7,5 miliar,

Penghargaan atas nilai investasi penggugat yang tidak dihormati oleh tergugat sebesar Rp.10 miliar, sehingga total keseluruhan kerugian materiil penggugat adalah Rp. 18.250.000.000, “ ungkap Rani.

Kemudian, lanjut Rani, kerugian imateriil PT. ISM yang terdiri dari keuntungan bunga bank yang akan diterima bilamana investasi sebesar Rp. 18.250.000.000 tersebut didepositokan di bank pemerintah saat itu, dengan perhitungan Rp. 18.250.000.000 X 6 % per tahun atau per bulan 0.5% X 37 bulan selama Juni 2014 hingga Juli 2017, nilainya menjadi Rp. 3.376.250.000.

“Kerugian PT. ISM selaku penggugat selama tiga tahun tidak dapat menjual ijin tayangan sepak bola Liga Eropa UEFA, Liga Inggris, reputasi PT. ISM akhirnya tercemar, tersitanya waktu, tenaga dan beban pikiran serta, moril.

Dengan adanya upaya hukum, menyebabkan kerugian immateriil, yang mana penggugat mengalami kegelisahan dalam kehidupan, kegelisahan ini sulit diganti dengan materi, namun sekurang-kurangnya tergugat dapat mengganti membayar ganti rugi immateriil kepada penggugat sebesar Rp.5 miliar, sehingga total keseluruhan kerugian immateriil yang diderita PT. ISM selaku penggugat adalah Rp. 8.376.250.000, “ ujar Rani.(red)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register