Jaksa Perlakukan Tahanan Anak Dibawah Umur Layaknya Terdakwa Dewasa

TERDAKWA ANAK ANAK GUNAKAN ROMPI TAHANAN DALAM PRSIDANGAN

TERPIDANA ADAM (14) DAN Okta (16)

Sorot Surabaya – pada umumnya yang disidangkan dipengadilan negeri dengan terdakwanya yang masih anak anak atau dibawah umur ,cara memperlakukannyapun berbeda dengan terdakwa dewasa.

TERPIDANA ADAM (14 ) ROMPI MERAH

Pada sidang terbuka untuk umum Selasa ( 12/3) diruang Garuda pengadilan negeri Surabaya adanya pemandangan yang kurang pas atau kurang layak untuk dipertontonkan,pasalnya dalam menyidangkan terdakwa Briliant ( 20 ) ada dua saksi perkara pencurian yang dihadirkan JPU Irianto dari Kejari Surabaya yang masih anak anak atau dibawah umur yakni saksi Adam ( 14 ) tahun dan saksi Okta Ridho ( 16 ) tahun yang keduanya mengenakan baju rompi tahanan layaknya tahanan dewasa.

ORANG TUA TERDAKWA

Ketika hakim majelis Suheri menanyakan kepada kedua saksi yang juga pelaku pencurian ( berkas terpisah ) ” kenapa saksi ikut mencuri dengan terdakwa Briliant AB kok pada waktu malam hari ” tanya hakim.

” Iya pak hakim awalnya waktu itu saya diajak ngamen oleh terdakwa Briliant dikawasan Manyar sabrangan,kemudian saya dengan Okta disuruh mengambil besi dikawasan masjid untuk dibawa lari.

Kemudian bareng bareng besi tersebut kami jual ke rombengan dan laku seharga Rp 600 ribu ,dan kemudian kami bertiga membeli nasi goreng dan sisa uangnya dibagi dan saya belikan beras 2 kg untuk orang tua saya.

Lanjut hakim ,” sekarang kan jamannya sudah modern setiap toko,tempat perkantoran kan pastinya dipasang CCTV apakah para terdakwa tidak mengetahuinya ” tanya hakim,sambil menundukkan kepala dua saksi yang masih ingusan ini mengatakan ” tidak tahu .

Kiranya kesaksian dua saksi yang sebelumnya sudah divonis masing masing 6 bulan ini ( 28/2) ,diakuinya oleh terdakwa Briliant memang dia yang mengajak mereka melakukan pencurian.
Dan sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa .

Terpisah konfirmasi ke orang tua terdakwa ,kenapa anaknya kok melakukan pencurian , ” saya itu pisah ranjang sama suami saya kadang anak saya tidur rumah kami kadang dia tidur ditempat ayahnya jadi saya tidak bisa mengawasi sepenuhnya tentang pergaulannya.

Ayahnya tidak bekerja pak dan saya juga bekerja membantu ikut orang setiap hari dibayar Rp 40 ribu cukup untuk makan saja jadi hidup saya pas Pasan, maksud hati ingin meminta keringanan kepada pak jaksa ,tetapi saya waktu itu dimintai uang Rp 5 juta oleh pak jaksa Irianto dan saya tidak punya pak ,jadi nggak saya berikan saya pasrah .

Dari pihak pelapor bapak Mochamad Farid Syaifullah (47) warga sabrangan ini telah memaafkan kepada ketiga terdakwa ,dan memberikan surat pernyataan ( 15/12/18) perdamaian dan memaafkan ketiga terdakwa dengan pertimbangan ketiganya masih anak anak dan agar mendapatkan putusan yang ringan dari hakim yang memeriksa perkaranya .

“akhirnya anak saya Okta dan Adam divonis masing masing 6 bulan penjara (28/2) dan dari pihak sekolahan memberi waktu satu bulan jika tidak masuk ,maka anaknya akan dikeluarkan dari sekolahan ” jelas ibu terdakwa di pengadilan negeri Surabaya kepada Sorottransx. ( 12/3 )

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register