PH Terdakwa : Dakwaan JPU Tidak Memenuhi Unsur Agar Hakim Memvonis Bebas Kliennya

Terdakwa dirutan perempuan porong

Sorot surabaya – Meyliana Kurniawan,terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong dan menyesatkan di Medsos (IG) yang mengakibatkan merugikan konsumen ,sidang lanjutan kembali digelar diruang sidang garuda 2 ,Tim kuasa hukum yakni Bina Impola Sitohang,SH,Edisah Putra Tarigan,SH dan Janaek Situmeang SH mengatakan bahwa hakim yang memeriksa perkara ini dengan cermat obyektif dan memberikan putusan seadil-adilnya kepada terdakwa.

Orang tua terdakwa & Tim Kuasa Hukum

Ucapan ini disampaikan kuasa hukum Meyliana Kurniawan saat diminta membacakan surat pembelaan (pledoi) diruang Garuda dua PN-Surabaya,oleh Yan Manopo, yang memimpin jalannya sidang,diruang Garuda dua,PN-Surabaya, Selasa (05/8/20)

Dalam surat pembelaan (pledoi) yang dibacakan secara bergilir oleh ketiganya yakni mempersoalkan dakwaan terkait konstruksi hukum, pasal, unsur,dan tuntutan 1,6 tahun, serta dua ahli yang diduga tidak mengantongi sertifikasi yang dijadikan sebagai saksi ahli oleh JPU Nizar bisa dijadikan pertimbangan hakim.

“Disini tidak ada niat terdakwa melakukan menipu, berbohong atau melakukan penyesatan dimedsos. apalagi memberikan diskon 30% kepada setiap konsumen. buktinya, Renaldi Liem bukan Abdul Yono tertarik dan memesan dua kamar untuk satu malam, dan itu  benar adanya sesuai vocher. kalau dibilang  berbohong dan menyesatkan dimedsos, berarti yang bisa menyatakan bahwa itu adalah perbuatan pidana hanya ahli bahasa. bukan ahli ITE atau ahli hukum pidana,”jelas Bina Impola lewat pledoinya

Apalagi dalam perkara ini lanjut Bina,tidak ada kerugian,bahkan pelaporpun tidak tau siapa sebenarnya?,karena saksi pelapor tidak dihadirkan dipersidangan.

mengingat kerugian senilai Rp.6, 400 (enam juta empat ratus ribu) sudah dikembalikan ke rekening atas nama sipemgirimnya Lily Leanita Budiman.

“Disini keterangan saksi satu dengan yang lain sudah terungkap tidak bersesuaian. sebab pengakuan saksi Abdul Yono bahwa dia memesan kamar dari terdakwa karena melihat profil terdakwa yang menjual travel pejalanan  dan penginapan Hotel kemudian saksi memesan. bahkan saksi mengaku tidak mengenal Renaldi Liem,tapi akun atas nama Renaldi Liem, memesan untuk Joko Susilo bukan Abdul Yono, sedangkan yang mentransfer pembayaran adalah Lily. sehingga atas upaya surat dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum untuk mencari kebenaran Matriil atas terdakwa, menurut kami (kuasa hukum) tidak memenuhi inti delik (setiap orang) sebagaimana Pasal 28 ayat(1)Jo Pasal 45A ayat(1) UU No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE yang didakwakan,”
Sambungmya.

Terpisah. Kata Bina usai sidang kepada wartawan bahwa kasus yang menjerat kliennya menjadi terdakwa semestinya bukan kasus tindak pidana murni melainkan kasus perdata.

Pasalnya menurut Bina, ada ketimpangan hukum. terutama keterangan saksi satu dengan yang lain, yang tidak sesuai. apalagi kata dia,line chat antara terdakwa dan pemesan kamar hotel juga tidak berupa SMS, Logo atau lain dan sejenisnya. tapi berkomunikasi secara langsung. lalu bagaimana bisa kata Pria berdara Sumetara Utara itu, tanpa keterangan ahli bahasa,dibilang menyebarkan kabar bohong dan menyesatkan ?

Bahkan tidak itu saja,kontruksi hukum yang menyangkut, peristiwa hukum, perbuatan hukum dan Locus serta Tempus Delictipun tidak bisa dijelaskan secara rinci,detil dan benar oleh jaksa penuntut umum(JPU). bahkan singgung Bina,
keterangan dua ahli  yang dibacakan JPU Nizar tidak pernah dihadirkan dipersidangan. bahkan salah satu dari keduanya, yang beigronnya ITE tapi berbicara hukum terang Bina.

“Intinya JPU harus bisa membuktikan dakwaan. karena atas upaya JPU menyusun dan mencari kebenaran matriil untuk mewujudkan keadilan berdasarkan hukum, kami melihat tidak memenuhi unsur.oleh karena itu,sebagaimana Pledoi kami tadi,meminta majelis hakim untuk Obyektif menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya setidaknya membebaskan  klien kami,”Imbuh Bina.

Sekedar diketahui. Bahwa Meyliana Kurniawan pada September 2018 melalui akun Instragram Meyliana Travel dengan URL https//www. Instagram.com/ meyliana tavel yang berisi postingan sebagai agen tiket pesawat dan voucher Hotel dengan harga murah yakni diskon sampai 30%

dari postingan itu Terdakwa mendapat line chat dari saksi Renaldi Liem bukan saksi Abdul Yono. Karena tertarik lalu pada 2 Februari 2020 sekira jam 12
.00 Renaldi Liem memesan kamar hotel untuk menginap di hotel The Apurva Kempinski Bali selama dua kamar satu malam.

Cek In tanggal 3 Februari 2020 dan cek out tanggal 4 Februari. Dengan menggunakan sarana komunikasi berupa  via line.

Dalam penjualan itu terdakwa memberikan discont sebesar 20 % kepada Renaldi Liem karena tertarik Renaldi Liempun membayar.

“Aneh mas, anak saya merasa tidak berbuat salah karena sudah melayani dan memberikan pelayanan secara baik, karena memberikan discont kepada konsumen, tapi mala anak saya dituduh melakukan penyebaran kebohongan dan menyesatkan di IG,”sebut Ayah Meyliana Kurniawan secara terpisah yang tak mau namanya disebutkan ( red ).

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register