Sidang Lanjutan Budak Narkoba Fermenta Saksi Ahli Dokter Tidak Hadir Dipersidangan

Terdakwa Fermenta Dirutan Medaeng

 

Sorot surabaya – Disk Jockey (DJ)diberbagai hiburan malam kota surabaya terdakwa Fermenta Nouristana sudah lama menjadi budak narkoba. DJ yang sering tampil mall besar surabaya ini mengatakan sudah kerap mengonsumsi sabu-sabu sejak tiga tahun lalu.

“Sudah lama pak hakim ,sejak saya punya anak tahun 2017,” kata DJ Fermenta saat diperiksa dalam sidang telekonfrence di PN Surabaya, Kamis (30/7).

Bahkan Fermenta mengaku sudah pernah direhabilitasi selama setahun untuk menghentikan kecanduannya. Namun, pria 36 tahun ini masih menjadi budak narkoba. “Sejak 2017 sampai 2018 saya direhabilitasi,” ucapnya.

Majelis hakim tidak percaya begitu saja kalau DJ Fermenta butuh direhabilitasi untuk mengobati kecanduannya. Sebabnya terdakwa masih kerap mengonsumsi sabu-sabu di luar resep dokter. Artinya, sama saja DJ Fermenta sudah menyalahgunakan narkoba dengan dalih kecanduan dan meminta untuk direhabilitasi.

“Tapi kenapa kamu pakai narkoba tanpa resep dokter?” katanya.

Apalagi tidak ada alasan yang menguatkan terdakwa agar dapat direhabilitasi. Dokter yang merekomendasikan Fermenta untuk direhabilitasi juga tidak datang di persidangan. Kesaksiannya tidak bisa didengarkan majelis hakim.

DJ Fermenta mengatakan bahwa dirinya dikasih sabu-sabu oleh koleganya bernama Feri yang kini masih buron. Dokter Eriko Hari Susanto itu beralasan sakit. “Saksi dokter tidak bisa hadir di persidangan karena sedang sakit yang mulia,” kata jaksa penuntut umum Ni Putu Parwati kepada majelis hakim.

Jaksa mendakwa Fermenta dengan Pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Terdakwa dianggap telah memiliki sabu-sabu. Sesuai pasal teesebut, Fermenta terancam pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Fermenta ditangkap pada 5 Maret 2020. Dia ditangkap saat akan pesta sabu-sabu bersama temannya. Polisi dari Ditresnarkoba Polda Jatim menemukan satu poket sabu-sabu yang tersimpan di dalam dompet di dalam tasnya. “Saya ditangkap bersama dua teman saya,” ucap Fermenta.

Setelah sidang, jaksa Parwati dan pengacara Fermenta tidak mau dimintai konfirmasi. Jaksa Parwati langsung bergegas pergi dan tidak mau menjawab pertanyaan para wartawan. “Sudah jangan saya,” katanya sambil mengibaskan tangan dan pergi menghindar ( red )

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register