Kuasa Hukum Terdakwa Pendeta Sebutkan Keterangan saksi Tidak Punya Nilai Pembuktian

PH TERDAKWA ABDULRAHMAN SALEH .SH

 

Sorot Surabaya – Sidang lanjutan dugaan pencabulan yang dilakukan oknum pendeta Hanny Layantara digelar secara telekonfrence secara tertutup di ruang sidang Garuda satu pengadilan negeri Surabaya Rabo ( 8/7 ).

Kali ini JPU Rista Erna dan Sabetania dari Kejati Jawa timur ,menghadir tiga saksi BAP yakni kordinator ibadah gereja,koster,dan pembantu gereja HFC.

Sidang pemeriksaan tiga saksi kemarin memakan waktu hingga pukul 19.00 malam,usai sidang konfirmasi kepada Abdulrahman Saleh SH kuasa hukum terdakwa yang mengatakan bahwa dari tiga saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum ,satu saksi mencabut BAP kepolisian karena pada saat pemeriksaan saksi merasa dipaksa oleh penyidik .

Lanjut Abdulrahman Saleh,ada satu saksi kunci yang membantah BAP merasa ditekan oleh penyidik untuk berkorelasi dengan saksi saksi sebelumnya ” jelas PH.

Karena saksi dalam tekanan penyidik ketika di BAP dan kesaksiannya dalam persidangan saksi menyatakan tidak benar ,dalam sidang berikutnya hakim perintahkan JPU untuk menghadirkan saksi penyidik ( perbalisan ).

Lanjut PH dari ketiga saksi yang dihadirkan tadi ,satupun tidak ada kesaksiannya yang memenuhi nilai pembuktian sebagaimana diatur dalam pasal 184 KUHAP,karena para saksi saksi tidak melihat langsung peritiwa pidana yang dilakukan terdakwa Hanny Layantara ,hanya katanya orang ( testimoni De Audite ).

Terpisah pernyataan Eden yang mewakili korban ( IW ) yang mengatakan atau mengklaim mempunyai dua alat bukti yang falid terkait dugaan pencabulan yang dilakukan pendeta Hanny Layantara.

Lanjut Eden , pengakuan terdakwa pada yang diabadikan dalam video pada tanggal 17 Desember di salah satu hotel disurabaya ketika secara spontan ditanya orang tua korban ” anda telah mencabuli anak saya ” tanya orang tua korban,iya pak saya minta maaf ,tapi anak bapak kan masih perawan ” jawab terdakwa.

Dalam pengakuan berikutnya ,pernyataan terdakwa dihadapan majelis gereja HFC ada tanggal 23 Desember yang mengakui telah melakukan perbuatan tercela,tidak terpuji,dan saya telah melakukan perbuatan yang tidak pantas selaku seorang pendeta ” Jelas Eden kepada beberapa wartawan di pengadilan negeri Surabaya

Sidang dilanjutkan hari Jumat ( 10/7 ) dengan agenda masih mendengarkan keterangan 5 saksi BAP yang dihadirkan oleh JPU ( red ) .

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register