Dugaan Pendeta Cabuli Jemaatnya JPU Hadirkan Saksi Perbalisan

 

Sorot Surabaya – Sidang lanjutan secara telekonfrece dugaan HL oknum pendeta cabuli jemaatnya digelar Kamis ( 16/7 ) secara tertutup di ruang sidang Candra pengadilan negeri Surabaya.

Sidang kali ini Sabetania JPU dari Kejati Jatim hadirkan dua saksi dari gereja yakni Ld pembantu rumah tangga terdakwa dan Sm dari orang dalam gereja.

Usai sidang digelar Abdulrahman Saleh SH kuasa hukum terdakwa mengatakan kepada beberapa wartawan di pengadilan negeri Surabaya .

Lanjut Abdulrahman Saleh dari dua saksi yang dihadirkan JPU satu saksi konfrontir dari penyedik kepolisian ,pasalnya dalam sidang sebelumnya salah satu saksi menolak dan menyatakan BAP yang dibuat dikepolisian adalah tidak benar.

Dan pada hari ini saksi tetap menolak BAP kepolisian pasalnya ketika di periksa dikepolisian oleh beberapa penyidik diduga saksi dibawah tekanan merasa ditekan dan dipaksa disuruh untuk menanda tanganani BAP kepolisian ,pada saat dikonfrontir saksi dan penyidik masing masing bertahan dengan sikapnya dan saksi mengatakan bahwa yang memeriksa bukan penyidik yang hadir kali saja masih ada beberapa penyidik yang memeriksanya ” jelas saksi,dan kesaksian yang dipakai atau diakui oleh saksi adalah kesaksian pada hari ini (red) yang disampaikan dalam fakta persidangan ” terang Abdulrahman.

Dan pada sidang berikutnya kamis ( 23/7 ) nanti direncanakan hadir 3 saksi fakta dan masih ada konfrontir dengan penyidik ,saya sampaikan jangan ada juctice diluar persidangan atas peradilan tidak bersalah,kalau ada kesaksian diluar persidangan hakimlah yang akan menguji dan menentukan .

Kita wajib menghormati proses hukum ,kesaksian yang disampaikan difakta persidangan itulah fakta hukum ” pungkas Abdulrahman Saleh SH.

Terpisah konfirmasi kepada ibu Eden selalu atau yang mewakili dari keluarga korban dalam penyampaiannya kepada beberapa wartawan ” dari pengakuan korban kepada saya ,bahwa dirinya diduga sering dicabuli dilantai 4 ruang kerja terdakwa HL.

Lanjut Eden ,korban dicabuli sejak usia 12 tahun pada tahun 2005 s/d tahun 2009 dan intensitas dugaan pencabulan mulai berkurang pada tahun 2011 dikarenakan terdakwa HL mengadopsi anak baru,dan sebelum dicabuli pelaku melakukan pendekatan kepada korban selama 2 tahun ,untuk korban (IW) ini waktu itu masih berumur 10 tahun ,baru pada umur 12 tahun dan sudah dekat dan akrab barulah dicabuli ” jelas Eden.

 

Dan saksi yang dihadirkan tadi ,adalah saksi yang mengetahui dan melihat korban disuruh naik kelantai 4 diruangan terdakwa.

Untuk dikatahui dalam perkara ini terdakwa HL oleh JPU didakwa melanggar pasal 82 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau pasal 264 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara ( red ).

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register