Sikap Tegas Ahli Waris Melarang Wenas Lakukan Pengurukan Dan Pemagaran Ditanah Miliknya

Agof Pemilik tanah (ahli waris)

Sorot Surabaya – Sebaiknya perseteruan antara ahli waris H Anwar Ngaskat dengan Wenas segera terselesaikan,dalam arti para pihak harus duduk bersama mencari penyelesaian dengan cara damai dan kata mufakat agar tidak terjadi gesekan yang berakibat merugikan dari kedua belah pihak.

Dari pantauan wartawan media ini dilapangan masing masing pihak yang berseteru mempunyai bukti bukti kepemilikan tanah dikawasan tambak Pring Surabaya.

Namun sampai berita ini diturunkan belum didapat informasi dari pihak Wenas karena tidak ada dilokasi guna menanyakan kepastian atau keabsahan surat surat kepemilikan atas tanah tersebut,dan masih diperlukan pembuktian secara benar.

Ketika dikonfirmasi kepada H Kasi Moch Ilham kuasa hukum ahli waris dilokasi tanah yang sedang dipermasalahkan tersebut ( 3/6) Ilham mengatakan bahwa dirinya telah melayangkan surat somasi kepada Wenas,yang inti isian dari surat tersebut agar Wenas segera menghentikan kegiatan pengurukan dan pemagaran ditanah milik kliennya tersebut.

Alhamdulillah hari ini saya beserta ahli waris,pengurus,aktifis dan warga berhasil menghentikan kegiatan pemagaran tersebut ,dan menghalau keluar dari lokasi dua truck pengangkut tembok beton yang akan digunakan untuk pemagaran.

Lanjut Ilham dilokasi tanah tersebut banyak bangunan bangunan liar yang tidak memiliki surat kepemilikan,dan Wenas sendiri mengklaim memiliki sertifikat atas tanah tersebut,padahal ahli waris belum pernah menjual tanah tersebut kepada siapapun juga .

Justru ironisnya diduga pada hari ini Rabo (3/6) Wenas datangkan aparat polri ,TNI dan anjing pelacak dilokasi tanah yang diuruk tersebut,semakin merajalela saja mafia tanah dikawasan Asemrowo ini ” tegas Ilham.

Terpisah konfirmasi kepada Agof Dwi Winarwanto selaku pemilik dan ahli waris tanah di pos penjagaan lokasi tanah yang diuruk yang mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan Wenas menguruk tanah Agof sudah menegur dan mensomasi Wenas,namun tidak diindahkan .

Tak ayal kemudian Agof melaporkan Wenas kepolda Jatim dengan bukti lapor nomor : LPB/382/IV/2020/UM/JATIM tentang memasuki pekarangan orang lain tanpa ijin dan atau penyerobotan tanah sebagaimana dimaksud dalam pasal 167 KUHP dan atau pasal 385 KUHP pada tanggal 27 April 2020.

Dalam pernyataannya Agof kepada beberapa wartawan yang hadir dilokasi ” dia meminta kepasa orang orangnya Wenas agar seluruh kegiatan pengurukan ditanah miliknya Persil 36 dan 32 lokasi tambak Pring untuk diberhentikan.

Karena tanah miliknya masih dalam sengketa dengan Wenas demi keadilan Agof berharap untuk tanah tersebut untuk dijadikan status Ayo.

Dengan maksud untuk menghindari kecemburuan sosial dan dampak buruk akibat dari adanya kegiatan pengurukan dan pemagaran tersebut,sampai permasalahan ini selesai dan clear sampai terang benderang ” ucap Agof.

Agof berharap untuk sementara kegiatan pengurukan dan pemagaran tidak dilanjutkan oleh Wenas sebelum ada penyelesaian dengan pihak kami,saya yakin letak tanah Wenas lokasi persilnya tidak ditempat ini ,karena nomer Persil tidak akan bisa dirobah atau dipindahkan, karena Persil menunjukkan lokasi atau tempat keberadaan tanah tersebut ,dan kalau nomor petok itu akibat dari jual beli ” pungkasnya.

Agof beserta ahli waris,aktifis,kuasa hukum,dan warga tambak Pring tetap mengawasi dan mempertahankan wilayah tanahnya yang di klaim Wenas sampai tuntas permasalahannya ( red ).

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register