Prima Bank Diduga Melakukan Perbuatan Tercela

Sorot Surabaya – Sidang terbuka untuk umum secara online digelar diruang Cakra Kamis (4/6 ) dengan agenda pemeriksaan terdakwa Agus Tranggono mantan direktur komersial yang diduga melakukan penggelapan 5 milliar uang nasabah di bank prima cabang jembatan merah Surabaya .

Majelis hakim Johanis Hehamony ketika sidang dimulai langsung memberikan kesempatan pertama kepada JPU Nining untuk memeriksa terdakwa Agus.

Dalam persidangan Agus membenarkan bahwa BAP yang dibuat dipolda Jatim adalah benar ,dan dalam keterangannya memang benar Agus bekerja sebagai direktur komersial di bank prima master Surabaya.

Lanjut Agus ,adanya informasi dari bank prima Semarang bahwa pak Yudo akan datang ke bank prima Surabaya maka pada tanggal 3 April 2018 pak Yudo datang ke prima bank cabang jembatan merah surabaya dan menyerahkan cek kepada Agus awalnya Agus menolaknya, yang kemudian diarahkan ke CS Ana agar cek tersebut di transfer ke rekening Susilowati di Semarang untuk kepentingan Daniel ,dan masalah ini sering terjadi seperti transfer tanggal 29 Maret namun tidak ada masalah ” jelas Agus.

Masih menurut Agus ,perkara Yudo bikin slip setoran untuk dimasukan ke rekening tabungan dan meminta bukti setoran saya tidak tahu ” ucap Agus ,yang saya tahu cek tersebut untuk di transfer ke Susilowati saja di Semarang,karena dari cek giro untuk dimasukan kerekening tabungan cek tersebut harus divalidasi dahulu ,jadi tidak bisa saja masuk begitu saja ke rekening tabungan perlu proses.

Ada yang tidak terungkap atau berkas yang hilang dipolda Jatim ,seharusnya teller konfirmasi kepada nasabah dan melaporkan ke pejabat yang diatas yang membawahi bank cabang jembatan merah itu tidak dilakukan.

Sebetulnya kewenangan masalah ini ada pada direktur operasional ,bukan direktur komersial.

Dan direktur operasional dirangkap oleh Djaki sebagai direktur utama Bank prima.

Dan Agus berkali kali sudah ngomong kepada Dirut Djaki agar uang Yudo yang 5 milliar tersebut disegerakan untuk dikembalikan ,namun Djaki waktu itu ngomong kepada saya nanti saja, masih ada pemeriksaan OJK hingga berlarut larut sampai saya di out dari bank prima dan dijadikan tumbal ” papar Agus

Pekerjaan yang salah atau gali lobang tutup lobang ini sering dilakukan sejak tahun 2017 dan tidak dilakukan pemeriksaan secara benar hanya untuk kepentingan performance bank prima agar terkesan cantik agar memperoleh penilaian baik dari OJK,sebelumnya pernyataan tersebut diatas senada dengan yang disampaikan saksi Chatrine pimpinan cabang bank prima Semarang pada sidang sebelumnya.

Agus menerangkan dalam persidangan untuk menutupi keuangan bank prima cabang Semarang dia dengan Djaki yang mencari jalan keluar agar bisa mendapat dana talangan .

Kewenangan over draf sejak tahun 2015 hingga tahun 2018 adalah Direktur utama Djaki ,yang kemudian baru ada masalah pada April tahun 2018 yang mana setoran 5 milliar uang nasabah atas nama Yudo diduga diselewengkan kerekening nasabah prima bank yang disemarang guna menutupi gagal bayar/overdraf tanpa seijin nasabah Yudo sebagai pemilik cek tersebut.

Dan tanda tangan nasabah dimedia transfer RTGS diduga dipalsukan oleh marketing Ani dan dan CS Ana yang berakibat Yudo dirugikan yang kemudian melaporkan kejadian ini kepolda Jatim” terang Agus.

Sidang dilanjutkan Senen depan (8/6) dengan agenda tuntutan dari jaksa penuntut umum ( JPU ) red……………..

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register