Luka Goresan Ditangan Tersangka Suradi Pelaku Pembunuhan Berencana Adalah Rekayasa

Tersangka Suradi Tunjukan Lukanya

Sorot-Sampang – Berbagai macam kebohongan Suradi Pelaku utama pembunuhan berencana terhadap Maswerah di bantah keras oleh para saksi mata di TKP.

Maswerah korban pembunuhan berencana yang diduga dilakukan oleh Suradi waktu di keroyok dan di tembaki oleh Dulbehri sama sekali tidak memegang senjata apa-apa, kalau Suradi itu terluka tangannya itu adalah murni hasil rekayasa guna mengelabuhi penyidik supaya di hukum ringan.

Pembunuhan itu di lakukan di tempat umum tempat judi adu merpati ratusan orang melihatnya” ungkap Hamid, H.Ahmad, Ruhe dan Miswen saat di temui sejumlah awak media.

Sedangkan Bapak Nasuki Kepala Desa Sotabar saat di konfirmasi via Hanphone mengatakan “Maswerah itu apabila bepergian kemanapun ia tidak pernah membawa sanjata apa-apa,ia selalu memakai sarung dan kaos pendek mungkin selama ini ia merasa tidak pernah mempunyai musuh”.

Makanya saya heran kalau tangan pelaku itu ada luka goresan itu tidak masuk akal dan itu murni rekayasa” ungkapnya.

Ibu Nurhasanah saat di konfirmasi wartawan media ini di kediamannya histeris saat wartawan menanyai tentang suaminya, ia mengatakan “suami saya sering mengeluh ke saya, bahwa belakangan ini ia selalu di telepon oleh Suradi di ancam mau di bunuh.

Terakhir bilang ke saya sebelum bulan puasa ini bahwa suami saya dicaci-maki di ajak ketemuan dan di ancam mau di bunuh oleh Suradi itu tapi suami saya tidak mengubrisnya dan suami saya tetap santai karena ia tidak merasa punya musuh sama siapa-siapa” ungkapnya.

Ibu Nurhasanah menambahkan agar semua orang yang terlibat pembunuhan terhadap suaminya dan Dulbehri yang menembak suaminya agar di hukum seberat-beratnya jangan saja di hukum uangnya walaupun Suradi orang kaya raya, sekarang saya dan kedua anak saya sudah tidak ada yang menafkahi lagi” Pungkasnya.

Ironisnya Dulbehri pelaku yang melukai badan Maswerah difuga menggunakan senjata api FN warna putih kini bebas berkeliaran menghirup udara bebas.

Dirumahnya Dulbheri selalu didatangi tamu satu mobil Avanza warna putih yang berisi enam orang satu orang memegang senjata laras panjang, dan kemungkinan besar mereka adalah oknum polisi. Yang masih tetangga Dulbehri yang tidak mau di sebutkan namanya (TIM)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register