Bank Prima Master Korbankan Direktur Komersial, Jaksa Tuntut 7 Tahun 6 Bulan

 

Sorot Surabaya – Sidang telekonfrence terbuka untuk umum di ruang sidang Candra Senen ( 8/6 ) dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa Agus Tranggono mantan direktur komersial bank prima Surabaya.

 

Dalam surat dakwaan alternatif JPU terdakwa Agus diduga terbukti memenuhi unsur melanggar pasal 49 ( 1 ) a UU RI no 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan.

Yang berbunyi ” Anggota dewan komisaris ,direksi,atau pegawai,yang dengan sengaja membuat atau menyebapkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam proses laporan,maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha ,laporan transaksi atau rekening suatu bank diancam dengan pidana penjara sekurang kurangnya 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas ) tahun serta denda Rp 10 milliar .

Sebelum dibacakannya tuntutan oleh JPU penjelasan saksi saksi dalam fakta persidangan diantaranya Saksi korban Yudo,Darmaisa,Ani,Ana,Serly ,Chatrine,Tanti yang mengatakan berpindahnya uang Yudo ke rekening Ir Susilowati adalah atas perintah lisan terdakwa Agus Tranggono tersebut ketika dirinya masih menjabat sebagai direktur komersial di bank prima.

Yang mana terdakwa diduga dengan sengaja memerintahkan kepada CS Ana untuk mengisi aplikasi tanggal 3 April dan 17 April dana talangan sejumlah Rp 3 milliar dan Rp 2 milliar dan menanda tanganinya atas nama nasabah Yudo tanpa seijin pemiliknya,yang kemudian untuk ditransfer kerekening Ir Susilowati di bank BCA Semarang.

Dan terdakwa telah memberikan dua tanda terima atas nama bank untuk diserahkan kepada Yudo .

Pada tanggal 20 April 2018 Yudo mengecek uangnya yang Rp 5 milliar belum masuk ke rekeningnya,maka pada tanggal 21 April Yudo kirim surat ke manajement menanyakan perihal uangnya tersebut namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan,yang kemudian atas kejadiannya ini Yudo melaporkan ke Polda Jatim.

Atas perbuatan terdakwa yang menimbulkan pencatatan palsu dan pembukuan atau dalam proses ,atau laporan dalam dokument laporan kegiatan ,usaha dalam transaksi atau rekening suatu bank sehingga berakibat merugikan saksi Yudo.

Diantaranya bukti cek tanggal 3 dan 17 April serta slip setoran bank prima yang ditanda tangani terdakwa tetapi tidak dimasukan ke rekening Yudo,namun dimasukan kerekening Ir Susilowati di Bank BCA Semarang.

Sehingga adanya pencatatan palsu yang dilakukan terdakwa,yang memberatkan terdakwa perbuatan terdakwa telah merugikan nasabah Yudo dan merusak citra dan nama baik bank prima .

Yang meringankan terdakwa menyesali perbuatannya terdakwa sopan di dalam persidangan dan terdakwa tidak menikmati dari hasil perbuatannya tersebut.

Dasar pertimbangan tersebut terdakwa Agus Tranggono memenuhi unsurnya secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar pasal 49 ayat(1) a tentang perbankan ,dan JPU menuntut terdakwa Agus Tranggono 7 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp 10 milliar subsidair 3 bulan dikurangkan masa tahanan.

Nama besar bank prima hanya isapan jempol belaka,Untuk diketahui hingga terdakwa Agus dituntut dalam perkara dugaan raibnya Rp 5 milliar uang nasabah di bank prima (8/6) hingga berita ini diturunkan uang Yudo belum juga dikembalikan oleh pihak bank prima .

Dan diduga masih banyak Yudo yudo yang lainnya yang uangnya juga nyangkut di bank prima dan belum juga dikembalikan.

Menanggapi keterangan saksi ahli hukum dari Unair Surabaya Dr Toetik Rahayu Ningsih SH.,MHum dalam sidang sebelumnya Selasa (2/6) yang mengatakan ” Kendati tidak tercatat dibuku bank ,tetapi diketahui adanya aliran dana yang masuk ke bank prima itu bisa dilacak dari mana sumber uang masuk tersebut,dan dari siapa dan bisa dibuktikan kebenarannya tidak bisa dipungkiri oleh pihak bank dan bank harus mengakuinya ” jelas ahli

Dan dalam gugatan perdata dengan tergugat bank prima dalam amar putusan ketua hakim Sifa (26/6/19)mengabulkan gugatan Yudo dan bank prima wajib mengembalikan dana nasabah atas Yudo sebesar Rp 5 milliar dan denda sebesar Rp 10 juta setiap hari keterlambatan sejak dibacakan putusan hakim tersebut,dikuatkan PT pada Nopember 2019.

Sidang dilanjutkan Rabo besuk ( 10/6) dengan agenda pembelaan dari tim kuasa hukum terdakwa ( red ).

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register