Ruarrr Biasa Majelis Hakim Kabulkan Request Vonis 8 Bulan Otak Pembobol Milliaran ATM Milik WNA

SIDANG PUTUSAN HENDRA SECARA ONLINE

Sorot surabaya – Perkara hacker atau pembobolan rekening miliaran rupiah yang dilakukan oleh Hendra Kurniawan dan komplotannya (16 remaja) memaksa para terdakwa harus diadili guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dalam perkara ini nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya,jauh sebelum perkara diputus mengatakan kepada wartawan bahwa terdakwa Hendra Kurniawan, Prasetio dan ke 16 remaja (berkas terpisah) bakal di vonis antara 6 atau 8 bulan penjara,karena orang tua terdakwa dari hasil gadaikan rumahnya diduga sudah melakukan win win solution dengan oknum jaksa yang menangani perkaranya.

Para terdakwa yang tidak didampingi kuasa hukum ini sangatlah diistimewakan oleh JPU Novan , merasa yakin nantinya bakal di putus ringan oleh hakim ,sehingga prilaku atau sikap terdakwa Hendra menunjukkan sikap arogan dan sombong dan meremehkan penegak hukum dengan menjulurkan lidahnya ketika diambil gambarnya dipersidangan oleh wartawan .

Dalam perkara ini terdakwa Hendra cs hanya bersidang 3 X dan sempat mengalami penundaan sidang sebanyak 7 X.

Pada pemberitaan sebelumnya Selasa (10/3/2020), dengan agenda saksi telah disampaikan prediksi jauh jauh hari oleh, salah satu nara sumber bahwa para terdakwa nantinya oleh hakim yang menangani perkara ini akan divonis antara 6 – 8 bulan , ternyata benar-benar terbukti akurat infonya.

Dalam persidangan Rabu (6/5/2020), dengan agenda tuntutan yang dibacakan oleh, Novan Arianto selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU)dari Kejaksaan Tinggi Jatim, berupa, surat tuntutan atas nama terdakwa Hendra Kurniawan dan Prasetio keduanya dituntut satu tahun ( 12 ) bulan,dan Yulizar Hakim majelis memvonis 8 bulan penjara,luar biasa sesuai dengan requestnya.

Dalam surat dakwaannya dalam Pasal primer yaitu, pasal 32 ayat (1) dan pasal 48 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) juncto Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 serta juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, subsider kedua terdakwa sebagaimana diancam dalam pasal 30 ayat (2) Undang Undang ITE juncto pasal 55 ayat(1) ke -1.

Berdasarkan fakta-fakta persidangan, menyatakan, unsur unsur-unsur yang dibuktikan terdakwa adalah ketentuan pasal 30 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 maka JPU menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, memeriksa dan mengadili memutuskan terdakwa Hendra Kurniawan dan Prasetio telah terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama mengakses data komputer dan menjatuhkan pidana penjara masing-masing selama 1 tahun terhadap keduanya.

Sesipun, langsung berlanjut berupa, para terdakwa menyampaikan nota pembelaan secara lisan yaitu, memohon keringanan.

Atas pernyataan lisan kedua terdakwa,Yulisar selaku, Majelis Hakim menyatakan kedua terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan perbuatan sebagaimana pasal primer dari JPU namun, kedua terdakwa dinyatakan secara sah bersalah sebagaimana pasal subsider yang di dakwa oleh, JPU.

” Dalam amarnya Yulisar Hakim majelis yang bertugas di PN Jakarta ini, begitu semangatnya masih ingin menyidangkan sampai tuntas terdakwa Hendra cs, ” ADA APA GERANGAN ”
Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 8 bulan penjara,denda Rp 10 atau subsidair satu bulan ” ucapnya.

Sayangnya Yulisar dalam amar putusan beberapa barang bukti tidak dibacakan dengan gamblang , hanya menyebutkan nomernya saja??? ,mana yang disita dan mana yang dikembalikan dalam arti tidak jelas.

Yulisar hanya menyebutkan dua mobil mewah yang disita dikembalikan kepada Ayin orang tua terdakwa.

Vonis Hakim tersebut diatas sangatlah berbeda dengan release polda pada bulan desember 2019 yang menyebutkan dari hasil penggrebekan Hendra dkk dirumahnya kawasan balongsari tama tandes surabaya diamankan beberapa monitor tv dan dua mobil mewah dibeli satu tahun yang lalu dibeli dari uang hasil kejahatan, dan petugas juga mengamankan Rp 2,6 milliar dari buku tabungan Novi pacar hendra sekaligus sebagai pekerja bagian keuangan.

Ketika di polda jatim Novi sempat dijadikan tersangka oleh penyidik, sayangnya berkas Novy diduga tercecer di polda tidak sempat dikirimkan ke kejaksaan ( P -21 ) .red

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register