Oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan Depok dituntut 20 tahun penjara

Terdakwa Diruang Sidang

Sorot surabaya – Ferry Panduwiguna, 34, warga Jalan Flamboyan, Depok Jakarta yang merupakan anggota Sipir Lapas Depok, dan Saipullah, 36, warga Tangerang yang merupakan penjara Save House sabu sabu 20 Kg ini dituntut dengan 20 tahun kurungan penjara. Keduanya disidangkan secara terpisah, meskipun ketua majelis hakimnya sama, Dedi Fardiman di ruang Garuda 2, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (1/11).

Suray tuntutan keduanya ini dibacakan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilhelmina Manuhuthu. Dalam surat tuntutan itu, keduanya sama sama melanggar pasal 112 dan 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Hal yang memberatkan terdakwa Ferry Panduwiguna yang merupakan sipir tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas peredaran narkoba. “Dengan ini terdakwa atas nama Ferry Panduwiguna, dan Saipullah masing masing dituntut dengan 20 tahun penjara,” ucap Wilhelmina.

Dengan tuntutan ini, ketua Majelis Hakim, Dedi Fardiman akan melanjutkan sidang kasus keduanya dengan agenda pembelaan, Rabu (8/11). Usai sidang kuasa hukum kedua terdakwa, Galih Dewangga mengatakan tuntutan itu terlalu tinggi. “Kami akan mengajukan pembelaan, jika melihat tuntutan dari kurirnya sendiri hanya 12 tahun dan divonis 10 tahun saja,” ucap Galih dari LBH Lacak.

Kasus ini terjadi dimana Polda Jatim ini terlebih dulu menangkap kurir sabu sabu. Dari sana polisi mengembangkan kasus ini dan mendapati adanya dua oknum dari Lapas Bekasi dan Depok yang membekingi peredaran sabu sabu itu. 

Polisi berkerja sama dengan Kemenkum dan HAM untuk menangkap pelaju. Kedua oknum sipir ini di tangkap di rumahnya. Dari sana di dapati sabi sanu seberat 20 kg itu disimpan di rumah yang di jaga Saipullah. Disana polisi mendapatkan barang bukti yang didapatkan. (sr/red)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register