Waspadai Pemain Narkoba Asal Korea Terindikasi Putusan Rehabilitasi

Sorot Surabaya – Indonesia adalah negara kepulauan diduga paling gampang untuk dimasukin barang barang haram seperti narkoba dan barang ilegal yang lainnya sejak dberlakukan perdagangan bebas,disamping aparatnya diduga terlalu sabar dan gampang untuk dikelabuhi dan hukuman dindonesia masih lunak dan bisa ditawar sesuai dengan kemampuan secara finansial.

Sehingga tidak menutup kemungkinan pasokan barang laknat narkoba dari negri seberang sering lolos dari pantauan aparat bea cukai dan kepolisian masuk ke Indonesia dengan aman aman saja,modus operandi para pengedar berbagai macam cara dia dilakukan untuk menggolkan barang laknat tersebut masuk ke indonesia.

Salah satu contoh dua terdakwa asal korea yakni Park in sung dan Justin Park yang ditangkap petugas 16 juni lalu ,keduanya berpura pura bekerja sebagai pelayan restoran di indonesia,namun siapa menduga kalau keduanya diduga berbisnis narkoba ,kiranya dewi fortune tidak berpihak kepada kedua warga korea tersebut karena hidupnya harus berpindah ke hotel prodeo lantaran keduanya ditangkap petugas kepolisian karena kedapatan memiliki sabu ditempat dia tinggal dikawasan apartemen gunawangsa raya manyar pada tanggal 16 juni 2017.

Sigkatnya kedua terdakwa asal korea tersebut perkaranya sudah disidangkan di pengadilan negeri surabaya pada tanggal 18 oktober 2017 dengan agenda pembacaan surat dakwaan yang dibacakan JPU Farkhan dari kejari tanjung perak surabaya,ketentuan KUHAP seharusnya kedua terdakwa tersebut didampingi penasehat hukum ( PH) karena ancamanya diatas lima (5) tahun penjara.

Dalam surat dakwaan JPU Agung Rohaniawan SH terdakwa Park insung dengan barang bukti (bb) kaca mata tempat menyimpan sabu dengan berat 0,61 gram 5 buah pipet.didakwa melanggar pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 (1) huruf a UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika

Dalam surat dakwaan JPU Farkhan SH terdakwa Park HaeJin no perkara :PDM-364 / tj prk/ 08/17 dengan barang bukti (bb) sabu seberat 0,46 gram , satu pipet kaca sisa 3,57 seoerangkat alat hisab,sabu seberat 0,64 gram, total barang buktiyang dimiliki 4,66 gram didakwa melanggar pasal 112. (1) jo pasal 127 (1) huruf aUU no 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Kiranya dalam sidang tersebut tidak ada pengacara yang mendampingi keduanya.

Sedianya rabo (21/10) agenda sidang mendengarkan kererangan saksi penangkap dari kepolisian polrestabes yakni Anas Sul’ham,Aris,dan Erik RK,kiranya sidang ditunda rabo depan karena para saksi tidak hadir ada kegiatan tugas penangkapan dilapangan”jelas Farkhan kepada sirottransx di pengadilan negeri Arjuna.(red)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register