Gugatan Class Action Warga Surabaya Terhadap Walikota Surabaya Dan PT Jayanata Terkait Hancurnya Markas Radio Bung Tomo Di Surabaya

Sorot Surabaya – Sidang perdana gugatan warga surabaya terhadap Walikota Surabaya dan PT jayanata terkait dirobohkannya bangunan cagar budaya tipe B yaitu rumah sejarah markas radio bung tomo oleh PT Jayanata beberapa waktu yang lalu kini perkaranya mulai disidangkan.

Rumah bersejarah milik arek arek suroboyo tersebut kini sudah rata menjadi tanah dan yang masih tersisa hanya tinggal kenangan saja , sayangnya pemerinrah kota surabaya diduga masa bodoh tidak segera mengambil sikap tegas untuk menindak pelaku penghancur rumah bersejarah tersebut terkesan bertele tele hingga kasus ini masuk kerana pengadilan.

Kendati yang konon katanya wakil rakyat untuk warga surabaya dari komisi C DPRD beberapa waktu yang lalu juga sudah memanggil para pihak yang terkait yakni DISPARTA,Dinas Cipta karya dan tata ruang,datpol PP Kota ,BPCK Trowulan ,dan PT Jayanata,tetap saja tidak membuahkan hasil yang baik untuk warga surabaya ,hanya menambah pemborosan uang rakyat untuk giat giat rapat yang tidak menghasilkan apa apa alias tong kosong .

Dalam sidang terbuka untuk umum kamis (26/10) diruang Candra pengadilan negeri surabaya sekitar 50 warga surabaya dari berbagai LSM organisasi masa memadati ruang sidang candra untuk melihat jalannya persidangan ,hadir para saksi pelapor yang mengatas namakan KBRS yakni saksi Slamet Santoso,Agus Solikin,Sungkono alias Pokemon,Udin Sakera ,dan Yanto banteng yang memberikan kuasa kepada Okky SH dkk untuk menyelesaikan masalah markas Radio Bung Tomo yang sudah rata jadi tanah.

Pada intinya dalam penyampaian ke enam saksi pelapor di depan hakim majelis Isjuaedi SH,MH memohon agar walikota surabaya segera memberikan sangsi kepada PT Jayanata agar segera membangun kembali markas Radio Bung Tomo yang telah hancur rata dengan tanah.

Lanjut saksi sebagai warga surabaya sangat merasa kehilangan dengan hancurnya rumah radio bung tomo tersebut maka mohon kepada hakim agar pelaku pengrusakan dihukum dan didebda sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sesuai dengan ketentuan perda kota surabaya no 5 tahun 2015 sangsi pidana bagi pelanggaran pembongkaran rumah cagar budaya yakni 3 bulan denda Rp 50 juta rupuah ( red).

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register